Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

SNT untuk Atasi Ketimpangan Mutu Pendidikan

📅 Selasa, 21 Jul 2026, 03:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
SNT untuk Atasi Ketimpangan Mutu Pendidikan Doc: Antara
Ket. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyelenggarakan kegiatan Taklimat Media Program Sekolah Nasional Terintegrasi di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Senin (20/7/2026).

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) siap menghadirkan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) guna mengatasi ketimpangan capaian mutu satuan pendidikan di jenjang SMP maupun SMA.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan pihaknya tahun ini menerima arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk membangun secara bertahap SNT di 500 kabupaten/kota hingga tahun 2029.

“SNT juga diselenggarakan mengikuti arahan Bapak Presiden yang sangat jelas, yang di dalamnya pemerintah menyiapkan 500 layanan SNT secara bertahap sampai dengan tahun 2029,” kata Mendikdasmen Mu’ti dalam kegiatan Taklimat Media Program Sekolah Nasional Terintegrasi di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Senin (20/7).

Lebih lanjut, Mu’ti menjelaskan pemerataan mutu pendidikan masih menjadi pekerjaan besar pemerintah, menyusul masih rendahnya jumlah kecamatan yang memiliki jenjang SMP dan SMA dengan kualitas pendidikan yang baik.

“Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per 30 Juni 2025 dan Rapor Pendidikan 2025, baru 263 dari 7.288 kecamatan atau sekitar 4 persen yang memiliki SMP dan SMA dengan capaian baik, yakni terakreditasi A serta memiliki skor capaian literasi dan numerasi di atas 75,” kata Mu’ti.

Data tersebut, kata dia, bukan untuk memberikan label negatif kepada sekolah, guru, maupun pemerintah daerah, namun justru menjadi pengingat masih terdapat kesenjangan kualitas layanan pendidikan yang perlu diatasi secara bersama-sama.

“Data tersebut bukan untuk memberi label negatif kepada sekolah, guru, atau daerah. Data tersebut merupakan pengingat bahwa kesempatan anak untuk memperoleh pendidikan bermutu masih belum sama,” ujarnya.

Atas dasar kondisi tersebut, lanjutnya, Presiden menghadirkan program SNT sebagai salah satu upaya memperluas akses pendidikan bermutu di berbagai daerah.

Selain memperluas akses, lanjutnya, SNT juga dirancang untuk mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh, mulai dari minat, bakat, karakter hingga talenta agar berkembang secara optimal.

Dua Skema SPMB

Kemendikdasmen telah menyiapkan dua skema Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) guna menjaring 80 calon murid baru berprestasi pada jenjang pendidikan SMP dan SMA untuk SNT.

Abdul Mu’ti mengatakan calon murid baru SNT adalah mereka yang memiliki kemampuan di atas rata-rata dari berbagai kecamatan yang masuk dalam kabupaten/kota penyelenggara SNT, sehingga tahapan SPMB dibuat oleh tim khusus di tingkat nasional dan bukan pemerintah daerah (pemda).

Untuk tahun pertama, lanjutnya, Kemendikdasmen hanya akan menerima 40 calon murid baru SNT jenjang pendidikan SMP dan 40 calon murid baru SNT jenjang pendidikan SMA, dengan masing-masing jenjang hanya membuka dua rombongan belajar (rombel) atau kelas.

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PAUD Dasmen PNFI) Kemendikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan provinsi terkait mekanisme skema SPMB untuk SNT.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Tetap Terjaga

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
OJK Pastikan Likuiditas Per...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.