Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengejutkan Tren Belanja Terbaru: Online Makin Populer, Offline Juga Tak Kalah

📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 18:24 WIB | Oleh:
Mengejutkan Tren Belanja Terbaru: Online Makin Populer, Offline Juga Tak Kalah Doc: Antara foto
Ket. Ilustrasi - Seorang pedagang memilih katalog untuk dijual melalui siaran langsung secara daring, di Toserba Unik Padang, Sumatera Barat.

JAKARTA - Pola belanja masyarakat mulai memasuki fase keseimbangan antara kanal daring (online) dan luring (offline) setelah perubahan perilaku yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Pakar pemasaran sekaligus Managing Partner Inventure Indonesia Yuswohady mengatakan pergeseran perilaku belanja dari offline ke online yang terjadi sebelum pandemi semakin cepat ketika pandemi COVID-19 membatasi aktivitas masyarakat secara langsung.

“Kalau sebelum pandemi itu kan memang secara natural sudah terjadi shifting dari offline ke online. Kemudian pandemi itu mempercepat, hampir memaksa, sehingga terjadi boom,” kata Yuswohady saat dihubungi ANTARA dalam rangka Hari Pelanggan Nasional, Sabtu.

Menurut dia, lonjakan penggunaan kanal online tersebut kemudian berlangsung selama beberapa tahun. Namun, setelah lebih dari lima tahun sejak pandemi, pola tersebut mulai berubah dan masyarakat tidak lagi bergerak dalam satu arah menuju kanal digital.

“Sekarang ini menurut saya waktunya, karena kan sudah lima tahun lebih ya, itu mulai antara offline dan online itu sudah mulai bertemu ke titik keseimbangan (ekuilibrium),” ujarnya.

Yuswohady menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan perilaku konsumen tidak selalu berlangsung secara linear. Perkembangan kanal digital memang mengubah kebiasaan masyarakat dalam berbelanja, tetapi penggunaan kanal offline tetap menjadi bagian dari pola konsumsi.

Ia mengatakan kondisi saat ini berbeda dengan periode ketika masyarakat seolah-olah beralih menggunakan kanal online secara penuh. Setelah melewati fase percepatan digitalisasi selama pandemi, penggunaan kanal online dan offline mulai terbentuk secara lebih natural.

“Kalau dulu kan kayak orang ke online semua, tapi sekarang ini menurut saya sudah mulai natural terbentuk ekuilibrium antara offline dan online,” kata dia.

Keseimbangan tersebut, menurut Yuswohady, menjadi gambaran bahwa kanal online dan offline akan tetap hadir dalam perilaku belanja masyarakat. Konsumen tidak lagi harus memilih salah satu kanal secara mutlak karena perkembangan perilaku belanja menunjukkan adanya ruang bagi keduanya untuk berjalan berdampingan.

Perubahan tersebut sekaligus menandai fase baru setelah percepatan digitalisasi yang terjadi selama pandemi. Jika pada masa tersebut kanal online menjadi pilihan utama karena keterbatasan aktivitas fisik, kondisi pascapandemi memperlihatkan pola yang lebih berimbang antara penggunaan kanal digital dan kanal fisik.

Dengan demikian, perkembangan belanja masyarakat saat ini tidak lagi semata-mata ditandai oleh perpindahan dari offline ke online, melainkan mulai menunjukkan terbentuknya keseimbangan penggunaan kedua kanal tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Nasional
DKP Rejang Lebong Awasi Pen...

PVMBG: Anak Krakatau Level 3 Siaga

2 jam lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
PVMBG: Anak Krakatau Level ...
Advertisement
Kebakaran Kawah Ijen Merambat ke Air Terjun Kalipait Bondowoso, Tim Rescue Panjat Manual ke Titik Api

Kebakaran Kawah Ijen Merambat ke Air Terjun Kalipait Bondowoso, Tim Rescue Panjat Manual ke Titik Api

05 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.