Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebakaran Hutan Makin Serius, Kemenhut Mulai Operasi Modifikasi Cuaca untuk Selamatkan Kalimantan

📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 18:17 WIB | Oleh:
Kebakaran Hutan Makin Serius, Kemenhut Mulai Operasi Modifikasi Cuaca untuk Selamatkan Kalimantan Doc: Antara foto/HO Humas Kemenhut
Ket. Tim OMC Kalbar memuat NHCL dalam pesawat untuk melakukan operasi modifikasi cuaca di Kalbar.

PONTIANAK - Kementerian Kehutanan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mulai memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Barat.

"Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Barat dijadwalkan berlangsung pada 5-14 September 2026 dengan menggunakan pesawat CASA 212 serta dukungan logistik dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana," kata Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho melalui siaran pers, Sabtu.

Dia menjelaskan, Kementerian Kehutanan juga mengerahkan dukungan OMC di Kalimantan Tengah pada 6-14 September dan Jawa Timur pada 3-9 September sebagai bagian dari operasi terpadu pengendalian karhutla.

Pelaksanaan operasi tersebut dilakukan berdasarkan analisis meteorologi, potensi pertumbuhan awan, perkembangan kejadian kebakaran serta pemantauan tinggi muka air tanah oleh BMKG.

Wilayah sasaran OMC ditentukan berdasarkan peluang terbentuknya awan hujan dan tingkat kerawanan karhutla yang tinggi agar teknologi modifikasi cuaca dapat mendukung upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran.

"OMC menjadi dukungan penting bagi petugas gabungan yang terus melakukan pemadaman di lapangan. Di saat Satgas Darat Karhutla terus melakukan kegiatan pemadaman di lapangan, maka dukungan teknologi Operasi Modifikasi Cuaca menjadi kunci dalam upaya penanganan karhutla agar secepat mungkin bisa dipadamkan," tuturnya.

Ia mengatakan operasi lanjutan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Jawa Timur dialokasikan melalui anggaran Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, khususnya Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan Tahun Anggaran 2026.

Operasi tersebut melibatkan dukungan BMKG, BNPB, TNI Angkatan Udara, BPBD serta berbagai pihak yang tergabung dalam upaya terpadu pengendalian kebakaran.

Januanto menambahkan pengendalian karhutla tidak hanya bertujuan melindungi ekosistem hutan, tetapi juga mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan, aktivitas sosial, pendidikan dan perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kepala BNPB sebelumnya memastikan pesawat untuk mendukung OMC di Kalimantan Barat tetap disiagakan hingga 13 September guna memanfaatkan setiap peluang pembentukan awan hujan.

"Pemerintah berharap penguatan operasi udara yang berjalan bersamaan dengan pemadaman darat dapat mempercepat pengendalian karhutla sekaligus mencegah muncul dan meluasnya titik-titik kebakaran baru," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Olahraga
David Beckham Disebut Muncu...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.