Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TelkomProperty Optimalkan 3.010 Aset, 50 Persen Sudah Berhasil Dileverage

📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 16:55 WIB | Oleh:
TelkomProperty Optimalkan 3.010 Aset, 50 Persen Sudah Berhasil Dileverage Doc: Telkom
Ket. PT Graha Sarana Duta (TelkomProperty), sebagai pengelola aset Telkom, terus mendukung langkah transformasi TelkomGroup dalam melakukan optimalisasi dan leveraging asset untuk meningkatkan produk vitas, menciptakan efisiensi operasional, serta kontribusi yang lebih optimal dari setiap anak perusahaan.

JAKARTA – PT Graha Sarana Duta (TelkomProperty), sebagai pengelola aset Telkom, terus mendukung langkah transformasi TelkomGroup dalam melakukan optimalisasi dan leveraging asset untuk meningkatkan produk vitas, menciptakan efisiensi operasional, serta kontribusi yang lebih optimal dari setiap anak perusahaan. 

Direktur Utama TelkomProperty Didit Sulistyo mengatakan bahwa, saat ini TelkomProperty tengah melakukan leveraging terhadap 3.010 aset yang dikelola di berbagai lokasi dengan sekitar 50% telah berhasil dioptimalisasi. Dalam pelaksanaannya, TelkomProperty terbuka terhadap peluang pemanfaatan aset oleh berbagai pihak, termasuk calon mitra eksternal, melalui mekanisme bisnis yang wajar dan proporsional secara Business to Business (B2B), dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola dan peraturan yang berlaku.  

Sejalan dengan langkah tersebut, PT Telkom Landmark Tower (TLT), anak usaha TelkomProperty selaku pengelola gedung GMP, terus mendorong leveraging asset dengan membuka peluang untuk para mitra eksternal yang akan menyewa aset gedung yang dimiliki TelkomGroup.  

Direktur Utama TLT Suratman menyampaikan, “Sebagai salah satu entitas pengelola aset proper di lingkungan TelkomGroup, optimalisasi aset merupakan bagian dari langkah leveraging asset yang sudah berjalan dalam proses bisnis kami. Tentunya, kami akan selalu berupaya memastikan produktivitas aset untuk dapat melayani kebutuhan TelkomGroup maupun mitra dan tenan eksternal lainnya dengan maksimal.” 

“Rencana pemanfaatan dan penyewaan ruang di Graha Merah Putih oleh Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini masih dalam proses negosiasi dan pembahasan lebih lanjut serta dikoordinasikan dengan pihak terkait. Kami berkomitmen menjaga kepastian dan keberlangsungan operasional para tenant yang berada di gedung tersebut. Setiap proses juga akan dilakukan secara tertib dan terukur,” tutup Suratman.

Sementara itu, rencana pemanfaatan ruang di Graha Merah Putih masih berada dalam tahap pembahasan dan negosiasi dengan sejumlah pihak terkait. Proses tersebut dilakukan secara terkoordinasi agar setiap keputusan mengenai penggunaan ruang dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Didit menegaskan TelkomProperty tetap berkomitmen menjaga kepastian serta keberlangsungan kegiatan operasional para tenant yang saat ini menempati gedung tersebut. Seluruh proses pemanfaatan aset juga akan dilakukan secara tertib, terukur, dan memperhatikan kepentingan seluruh pihak yang terkait.

"Rencana pemanfaatan ruang di Graha Merah Putih saat ini masih dalam proses negosiasi dan pembahasan lebih lanjut serta dikoordinasikan dengan pihak terkait," kata Didit. Menurutnya, TelkomProperty berkomitmen memastikan proses optimalisasi aset tetap berjalan dengan memperhatikan keberlangsungan operasional tenant di gedung tersebut.

Optimalisasi ribuan aset tersebut menjadi bagian dari agenda TelkomGroup dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya perusahaan. Melalui strategi leveraging asset, aset yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal diharapkan dapat memberikan nilai tambah sekaligus mendukung efisiensi dan produktivitas perusahaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...

BNPB Maksimalkan OMC di Kalbar

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BNPB Maksimalkan OMC di Kalbar
Luar Negeri
Pengadilan Filipina Perinta...
Nasional
Wamenkes: Gangguan Tidur Ta...
Daerah
Harga Beras Bikin Resah, Bu...
Advertisement
Kemenhub : Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

Kemenhub : Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

05 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.