Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sawah Tak Lagi Menjanjikan, Ratusan Petani Lebak Beralih Profesi Akibat Kekeringan

📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 17:23 WIB | Oleh:
Sawah Tak Lagi Menjanjikan, Ratusan Petani Lebak Beralih Profesi Akibat Kekeringan Doc: Antara foto
Ket. Petani di Kabupaten Lebak Banten beralih profesi beragam mulai pedagang, buruh bangunan hingga mengojek akibat areal persawahan mengalami kekeringan dilanda kemarau panjang.

LEBAK - ‎Ratusan petani petani di Kabupaten Lebak, Banten, sejak sebulan terakhir ini beralih profesi akibat kemarau panjang yang menyebabkan terjadi kekeringan di lahan pertanian padi sawah.

‎Ketua Kelompok Tani Sukabungah Desa Tambakbaya Kabupaten Lebak Ruhiana di Lebak, Sabtu, mengatakan sekitar 250 petani di sini beralih profesi karena lahan pertanian padi sawah mengalami kekeringan usai panen.

‎Mereka, menurut Ruhiana, beralih profesi sebagai pedagang keliling, pedagang eceran di Pasar Rangkasbitung dan Pasar Semi Narimbang.

‎Selain itu, lanjutnya, ada yang menjadi buruh bangunan, buruh panggul di Tanjung Priok Jakarta dan mengojek motor hingga penambang pasir.

‎Para petani yang beralih profesi tersebut, kata Ruhiana, ada yang bekerja keluar daerah, seperti Serang, Cilegon, Merak, Tangerang dan Jakarta.

‎Sedangkan petani yang memiliki cadangan pangan menghabiskan waktunya di rumah sambil memperbaiki peralatan pertanian, lanjutnya. 

‎"Kehidupan petani sudah biasa jika kemarau panjang dipastikan beralih profesi untuk memenuhi ekonomi keluarga," katanya menjelaskan.

‎Ketua Kelompok Tani Blok Central Rangkasbitung Kabupaten Lebak Udin mengatakan petani di wilayahnya, sekitar 150 orang tidak bisa menggarap lahan pertanian akibat kekeringan, terdampak fenomena El Nino.

‎Karena itu, ia mengatakan kebanyakan petani di sini beralih profesi sebagai buruh bangunan proyek pembangunan di Jakarta.

‎"Kami bersama petani lainnya bekerja buruh bangunan di Jakarta dan setiap pekan pulang membawa uang untuk keluarga," katanya menjelaskan.

‎Abdulraup, seorang petani Warunggunung di Kabupaten Lebak mengatakan dirinya kini sudah tiga pekan berjualan bakso cuanki di Rangkasbitung akibat kekeringan sehingga tidak bisa melakukan gerakan tanam.

‎"Kami bersama 30 petani terpaksa berjualan bakso cuanki dengan pendapatan sistem komisi," katanya menjelaskan.

‎Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dodi Hermawan mengatakan, diperkirakan ‎petani di berbagai kecamatan di daerah itu beralih profesi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, sehubungan kemarau yang mengakibatkan kekeringan.

‎"Kami memastikan setelah memasuki musim hujan, mereka kembali menggeluti usaha pertanian pangan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Rona
Sambut 2027, Ayu Ting Ting ...

Film Zona Merah Siap Naik ke Layar Lebar, Ada Kejutan Apa?

52 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Rona
Film Zona Merah Siap Naik k...
Advertisement
'Dark Tourism' di Tiongkok Makin Populer, Turis Rela Diterjang Banjir dan Topan Buatan

'Dark Tourism' di Tiongkok Makin Populer, Turis Rela Diterjang Banjir dan Topan Buatan

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.