Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cuma 22 Detik, Inovasi Kapolda Kalsel Turunkan Suhu Gambut Terbakar.

📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 18:36 WIB | Oleh:
Cuma 22 Detik, Inovasi Kapolda Kalsel Turunkan Suhu Gambut Terbakar. Doc: Antara Foto
Ket. Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq bersama Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan saat pengaplikasian metode sunti gambut dengan cairan khusus racikan Bidlabfor Polda Kalsel di lahan terbakar di Pengayuan Banjarbaru, Jumat (4/9) malam.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan) Hanif Faisol Nurofiq selaku Koordinator Penanggulangan Karhutla di Kalimantan Selatan membuktikan efektivitas cairan inovasi gagasan Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan untuk mendinginkan gambut terbakar secara cepat.

"Dalam waktu hanya 22 detik setelah cairan dimasukkan dengan metode suntik, suhu tanah turun menjadi normal di kisaran 28 hingga 30 derajat Celsius dari sebelumnya di atas 70 derajat Celsius," kata Hanif di Banjarbaru, Kalsel, Jumat malam.

Suhu tanah itu diketahui berdasarkan pemantauan drone thermal di lokasi lahan terbakar di Pengayuan, Banjarbaru.

Lokasi pengaplikasian merupakan tanah gambut yang terbakar seluas 900 hektare.

Api di permukaan memang sudah tidak terlihat namun asap masih keluar dari beberapa titik menandakan masih ada bara di dalam tanah dan sewaktu-waktu menyala lagi ke permukaan.

"Gambut jika terbakar apinya memang menjalar di bawah tanah sehingga tidak bisa hanya penyiraman di permukaan, metode suntik ini sudah tepat untuk pembasahan dari dalam," jelas Hanif.

Terlebih inovasi cairan inovasi berbahan dasar surfaktan nabati ramah lingkungan hasil racikan Bidlabfor Polda Kalsel itu terbukti efektif dengan cepat mendinginkan suhu tanah di lahan gambut terbakar.

Wamenko pun mendukung sepenuhnya penerapan inovasi tersebut dan bisa menjadi percontohan bagi daerah lain dalam menanggulangi karhutla.

"Apalagi dengan teknologi ini bisa menghemat penggunaan air lebih dari 50 persen, sungguh solusi dari keterbatasan air di saat kemarau saat ini," tambahnya.

Sementara Kapolda Yudha mengaku pengaplikasian cairan khusus itu terus dilakukan dengan diupayakan bisa produksi massal sehingga dapat mencakup area pendinginan gambut lebih luas agar benar-benar padam sepenuhnya.

"Tim drone bertugas memantau titik panas dalam tanah yang masih mengeluarkan asap, kemudian ditindaklanjuti metode penyuntikan gambut," katanya.

Kasubbid Narkoba Bidlabfor Polda Kalsel AKP Meilia Rahma menjelaskan hari ini timnya memproduksi cairan konsentrat sebanyak 1.000 liter.

Kemudian selanjutnya dari bahan baku sekitar satu ton yang telah tiba dari pengiriman di Pulau Jawa, pihaknya akan memproduksi 4.700 liter konsentrat untuk dapat dicampurkan dalam penggunaan air sebanyak 470 ribu liter.

"Jadi penggunaan cairan ini satu banding 100," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.