Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Anak Krakatau Alami Erupsi Menerus dengan Intensitas Letusan Tertinggi di 2026

📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 17:57 WIB | Oleh:
Gunung Anak Krakatau Alami Erupsi Menerus dengan Intensitas Letusan Tertinggi di 2026 Doc: ANTARA/Desi Purnama Sari
Ket. Petugas memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Serang, Banten, Sabtu.

SERANG - Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda tercatat mengalami erupsi menerus dengan intensitas letusan tertinggi sepanjang tahun 2026 yang berlangsung sejak Jumat (4/9) malam hingga hari ini.

Pengamat Gunung Api Anak Krakatau Muhammad Dika Nurzaman, di Serang, Sabtu, mengatakan erupsi tersebut terindikasi sebagai pancaran lava (lava fountain) yang mulai terjadi pada pukul 23.07 WIB dan masih terus berlanjut.

"Rangkaian letusan pada 4 hingga 5 September ini menjadi yang tertinggi secara intensitas sejak gunung tersebut berstatus siaga. Sejak tadi malam terjadi satu kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo maksimum 70 milimeter. Durasi yang tercatat mencapai 21.600 detik," kata Dika.

Secara akumulatif, gunung tersebut telah mengalami lebih dari 240 kali letusan sejak penetapan status siaga pada 2 Juli 2026. Dika menegaskan letusan ini bersumber dari kantong magma gunung itu sendiri sehingga tidak memicu aktivitas pada gunung api lain di Indonesia.

Tingginya aktivitas letusan ini juga menghasilkan suara gemuruh dan dentuman yang terdengar hingga ke wilayah pesisir Banten dan Lampung.

"Suara dentuman yang terdengar itu merupakan suara dari hasil erupsi Gunung Anak Krakatau yang merambat ke udara, bukan dentuman akibat gempa bumi atau gerakan tanah," ujarnya.

Saat ini, pemantauan visual secara optimal terkendala. Pantauan terakhir pada pukul 01.00 WIB sempat merekam adanya semburan lava, sebelum sejumlah alat pemantauan di sekitar kawah diduga mengalami kerusakan akibat terpapar material erupsi.

"Secara fisik sampai siang ini belum bisa kita pantau karena ada beberapa alat pemantauan, termasuk CCTV, yang kemungkinan mengalami kerusakan akibat erupsi," ungkapnya.

Menyikapi intensitas erupsi yang tinggi, Dika memastikan status Gunung Anak Krakatau tidak mengalami peningkatan dan tetap bertahan pada Level III atau Siaga. Ia juga meminta masyarakat pesisir tidak khawatir berlebihan karena potensi ancaman gelombang pasang sangat minim mengingat tubuh gunung yang masih relatif kecil.

"Untuk potensi tsunami sangat kecil, bahkan bisa dikatakan tidak ada. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, dan tetap menjauh dari Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer," tegas Dika. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Tangerang Perkuat Transpara...

Pasar Tengah Buruk, Pemprov Tunda IPO

22 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Pasar Tengah Buruk, Pemprov...

Jaga Persatuan dan Kerukunan lewat Keberagaman

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jaga Persatuan dan Kerukuna...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
IMF Khawatirkan Fragmentasi...
Nasional
Perkembangan AI Terlalu Cep...
Megapolitan
Aparat Perketat Gerakan Pel...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.