Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Punya Blueprint F-22, Mengapa Tiongkok Tidak Bisa Meniru Jet Paling Siluman di Dunia?

📅 Senin, 20 Jul 2026, 00:08 WIB | Oleh:
Punya Blueprint F-22, Mengapa Tiongkok Tidak Bisa Meniru Jet Paling Siluman di Dunia? Doc: Istimewa
Ket. Rahasia terbesar F-22 justru berada pada proses manufaktur, toleransi produksi yang sangat presisi, material penyerap gelombang radar, teknik perakitan, perangkat lunak, hingga integrasi sensor yang sangat kompleks.

CAMBRIDGE - Selama bertahun-tahun, muncul anggapan bahwa Tiongkok berhasil memperoleh cetak biru (blueprint) dan berbagai data teknis jet tempur siluman F-22 Raptor milik Amerika Serikat melalui operasi spionase siber. Namun, memiliki dokumen desain ternyata tidak otomatis membuat Beijing mampu membangun pesawat dengan kemampuan yang sama.

Sejumlah pakar menilai, teknologi pesawat tempur generasi kelima jauh lebih kompleks daripada sekadar gambar rancangan atau spesifikasi teknis.

Dalam studi yang diterbitkan jurnal International Security dari MIT Press, para peneliti menjelaskan bahwa meskipun Tiongkok memperoleh manfaat dari globalisasi, reverse engineering, hingga dugaan spionase siber, negara itu tetap belum mampu menyamai keunggulan teknologi F-22.

Salah satu alasan utamanya adalah cetak biru hanya menunjukkan apa yang harus dibuat, tetapi tidak menjelaskan secara lengkap bagaimana cara membuatnya.

Rahasia terbesar F-22 justru berada pada proses manufaktur, toleransi produksi yang sangat presisi, material penyerap gelombang radar, teknik perakitan, perangkat lunak, hingga integrasi sensor yang sangat kompleks.

Semua elemen tersebut merupakan hasil puluhan tahun riset dan pengalaman industri dirgantara Amerika Serikat.

Karena itu, meskipun desain dasar sebuah pesawat dapat diketahui, proses mereproduksi kemampuan aslinya tetap menjadi tantangan yang sangat besar.

Perdebatan mengenai hal ini semakin mencuat setelah kemunculan Chengdu J-20, jet tempur siluman generasi kelima milik Tiongkok.

Banyak pengamat melihat adanya sejumlah kemiripan desain dengan F-22, sehingga muncul dugaan bahwa pengembangan J-20 memanfaatkan data hasil spionase.

Namun, menurut analisis dalam jurnal International Security, J-20 tetap memiliki sejumlah kompromi desain yang menunjukkan bahwa Tiongkok belum mampu menyalin seluruh teknologi siluman Amerika Serikat.

Misalnya, penggunaan canard atau sayap kecil di depan sayap utama memang membantu stabilitas pesawat, tetapi sekaligus meningkatkan jejak radar dari arah depan. Karakteristik seperti ini dinilai mengurangi efektivitas teknologi stealth dibandingkan F-22.

Selain itu, bagian samping dan belakang J-20 juga dinilai masih memiliki karakteristik yang lebih mudah terdeteksi radar maupun sensor inframerah dibandingkan F-22.

Analis penerbangan Richard Aboulafia bahkan pernah mengatakan bahwa data yang dicuri tidak cukup untuk menghasilkan pesawat siluman dengan kemampuan setara F-22.

Menurutnya, keberhasilan teknologi stealth bukan hanya bergantung pada bentuk pesawat, tetapi juga pada proses konstruksi, kualitas manufaktur, hingga detail kecil seperti kerataan panel, sambungan bodi, dan material yang digunakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Luar Negeri
Warga Swiss Memilih Tetap N...
Advertisement
Gol Dianulir Hingga Kartu Merah Thom Haye, Indonesia Dipaksa Main 10 Pemain Lawan Malaysia

Gol Dianulir Hingga Kartu Merah Thom Haye, Indonesia Dipaksa Main 10 Pemain Lawan Malaysia

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.