Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendekati Horor, The X-Files: I Want to Believe Dirilis Ulang dalam Director’s Cut R-Rated, Lebih Gelap dari Versi 2008

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Mendekati Horor, The X-Files: I Want to Believe Dirilis Ulang dalam Director’s Cut R-Rated, Lebih Gelap dari Versi 2008 Doc: Istimewa
Ket. Versi baru lebih dekat dengan film horor yang sejak awal ingin dibuatnya. Dalam versi bioskop, fokus cerita lebih banyak terbagi antara kasus utama dan hubungan Mulder-Scully, sedangkan director’s cut mengembalikan perhatian pada aspek mengerikan dari kasus penculikan dan eksperimen medis.

Film The X-Files: I Want to Believe kembali hadir hampir 18 tahun setelah dirilis di bioskop. Kreator The X-Files, Chris Carter, merilis versi director’s cut baru yang menghadirkan kembali unsur horor yang sebelumnya dipangkas untuk memenuhi tuntutan rating PG-13.

Versi baru tersebut berjudul The X-Files: I Want to Believe – Vrach Frankenshteyn. Film ini mulai tersedia melalui Hulu dan Disney+ pada 14 Agustus 2026 dengan rating R.

Carter mengatakan versi bioskop 2008 tidak sepenuhnya mencerminkan film yang ingin dibuatnya. Saat itu, 20th Century Fox meminta film tersebut dibuat dengan rating PG-13. Sejumlah adegan yang dianggap terlalu mengerikan kemudian dipotong atau dikurangi intensitasnya.

“Sekarang saya punya kesempatan untuk membuat film menakutkan yang selalu ingin saya buat,” kata Carter dalam wawancara dengan Space.com.

Director’s cut terbaru ini lebih menonjolkan unsur horor dari kisah yang melibatkan penculikan, pengambilan organ tubuh dan eksperimen medis. Salah satu bagian penting dalam cerita berkaitan dengan upaya transplantasi kepala, yang terinspirasi dari kasus nyata mengenai eksperimen transplantasi kepala yang pernah dilakukan ahli bedah saraf Robert J. White.

Kisah film tetap mengikuti Fox Mulder yang diperankan David Duchovny dan Dana Scully yang diperankan Gillian Anderson. Keduanya sudah meninggalkan FBI selama beberapa tahun ketika sebuah agen FBI diculik. Penyelidikan kemudian mengarah kepada seorang mantan pendeta Katolik yang mengaku mendapatkan penglihatan mengenai keberadaan agen tersebut.

Berbeda dari film The X-Files pertama, Fight the Future, maupun mitologi utama serial televisinya, I Want to Believe merupakan cerita yang lebih berdiri sendiri. Film ini berfokus pada kasus misterius yang melibatkan Mulder dan Scully, dengan unsur supernatural dan horor sebagai bagian utama ceritanya.

Carter mengatakan versi baru tersebut dibuat bukan sekadar untuk menambah adegan ke dalam film lama. Menurutnya, tujuannya adalah mengembalikan film kepada visi awal yang sebelumnya tidak dapat diwujudkan di layar.

Versi director’s cut terbaru juga memiliki durasi yang justru lebih pendek dibandingkan versi bioskop. Vrach Frankenshteyn berdurasi sekitar 98 menit, sementara versi 2008 memiliki durasi sekitar 104 menit. Penyuntingan baru tersebut mengurangi sejumlah bagian drama dan hubungan Mulder-Scully untuk memberi ruang lebih besar kepada elemen horor.

Perubahan ini membedakannya dari Extended Cut yang sebelumnya tersedia dalam rilis DVD dan Blu-ray. Versi home video tersebut menambahkan sekitar empat menit adegan ke film. Director’s cut 2026 merupakan hasil penyuntingan ulang yang benar-benar baru, bukan sekadar menggunakan kembali versi extended tersebut.

Carter juga menyebut bahwa versi baru tersebut lebih dekat dengan film horor yang sejak awal ingin dibuatnya. Dalam versi bioskop, fokus cerita lebih banyak terbagi antara kasus utama dan hubungan Mulder-Scully, sedangkan director’s cut mengembalikan perhatian pada aspek mengerikan dari kasus penculikan dan eksperimen medis.

Peluncuran director’s cut ini berlangsung ketika waralaba The X-Files kembali mendapat perhatian. Kreator Ryan Coogler juga tengah mengembangkan reboot serial The X-Files untuk Hulu. Carter memberikan dukungan terhadap proyek tersebut dan terlibat sebagai produser eksekutif.

The X-Files: I Want to Believe pertama kali dirilis pada 2008, sepuluh tahun setelah film The X-Files: Fight the Future. Film tersebut kembali mempertemukan Duchovny dan Anderson sebagai Mulder dan Scully, tetapi tidak menggunakan mitologi alien yang menjadi salah satu ciri utama serial televisinya.

Kini, melalui Vrach Frankenshteyn, Carter mendapatkan kesempatan untuk menghadirkan kembali film tersebut dengan pendekatan yang lebih dekat dengan konsep awalnya: sebuah cerita The X-Files yang lebih gelap, brutal dan berorientasi pada horor. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.