Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Magetan Optimalkan Ratusan Sumur Pompa untuk Irigasi Sawah

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 03:52 WIB | Oleh:
Magetan Optimalkan Ratusan Sumur Pompa untuk Irigasi Sawah Doc: Istimewa
Ket. Kondisi salah satu dari 125 sumur pompa irigasi Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Magetan, Jatim yang menjadi andalan Dinas PUPR Magetan untuk mengairi sawah petani saat musim kemarau berlangsung.

MAGETAN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan, Jawa Timur mengoptimalkan fungsi sebanyak 125 sumur pompa irigasi atau Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) untuk mengaliri sawah para petani selama musim kemarau berlangsung.

"Untuk suplai air irigasi lahan sawah, ada sebanyak 125 sumur (JIAT) kewenangan Pemkab Magetan yang disiapkan tersebar di sejumlah wilayah Magetan," ujar Kepala Dinas PUPR Kabupaten Magetan Muhtar Wakid di Magetan, Selasa (18/8).

Dikutip dari Antara,menurutnya, pemanfaatan sumur JIAT sebagai sumber air alternatif dinilai membantu petani mempertahankan aktivitas pertanian di tengah keterbatasan air. Bahkan, di sejumlah wilayah, petani masih dapat menanam padi meski saat musim kemarau berlangsung.

Namun, kondisi ketersediaan air tidak sama di setiap kondisi wilayah. Daerah yang memiliki pasokan air terbatas diarahkan untuk menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi sumber daya air.

Karenanya, ia menilai sumur-sumur tersebut menjadi andalan saat musim kemarau di saat sejumlah sumber air lain mulai menyusut, di antaranya Telaga Sarangan, Bendungan Gonggang, sejumlah embung.

Selain 125 sumur kewenangan kabupaten, terdapat juga 110 sumur irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah pusat yang juga sebagai sumber air saat kemarau melanda.

Ia menjelaskan infrastruktur sumber daya air yang dikelola Dinas PUPR Magetan mencakup sekitar 30 embung, serta dua sumber tampungan air utama, yakni Telaga Sarangan dan Bendung Gonggang. Telaga Sarangan memiliki daya tampung sekitar 3 juta meter kubik, sedangkan Bendung Gonggang sekitar 2 juta meter kubik.

Seluruh infrastruktur tersebut dimanfaatkan untuk irigasi sekitar 27 ribu hektare luas baku sawah di Kabupaten Magetan.

Dengan dukungan jaringan irigasi, embung, bendung, telaga, serta sumur, PUPR Magetan berupaya menjaga distribusi air tetap berjalan optimal selama musim kemarau.

Meski pasokan air tercukupi, pihaknya tetap mengimbau agar petani Magetan melakukan pengaturan pola tanam sebagai upaya strategi menjaga ketersediaan air yang terbatas agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan menekan risiko gagal panen.

Melalui upaya-upaya tersebut, ia berharap ketahanan pangan di Kabupaten Magetan dapat terkendali sehingga target produksi padi Magetan tahun 2026 diproyeksikan bisa melebihi dari tahun 2025.

Data dinas setempat mencatat, produksi padi Magetan tahun 2025 mencapai sekitar 308.221 ton gabah kering giling (GKG) dengan luas lahan panen tanaman mencapai 50.411 hektare atau rata-rata 6,1 ton per hektare.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.