'The Last Photograph', Thriller Gelap Terbaru Zack Snyder Tentang Fotografer Perang yang Menyelamatkan Anak-anak dari Bahaya Kartel
📅 Rabu, 19 Agu 2026, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SZack Snyder akhirnya memperlihatkan teaser resmi The Last Photograph, film drama thriller yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu proyek personalnya. Teaser bernuansa gelap dan kejam tersebut dirilis Snyder melalui media sosial pada 17 Agustus 2026 dan langsung memunculkan beragam respons dari penonton.
Dari IMDB, The Last Photograph mengikuti Ethan Black, mantan agen Drug Enforcement Administration (DEA), yang kembali ke pegunungan Amerika Selatan untuk mencari keponakan laki-laki dan perempuannya. Kedua anak tersebut menghilang setelah orang tua mereka yang bekerja sebagai diplomat dibunuh.
Dalam pencarian itu, Ethan dibantu seorang fotografer perang yang menjadi satu-satunya orang yang melihat wajah para pembunuh. Perjalanan keduanya kemudian membawa mereka semakin jauh dari peradaban dan mulai mengaburkan batas antara kenyataan dan dunia surreal.
Stuart Martin memerankan Ethan Black, sementara Fra Fee menjadi fotografer perang tersebut. Keduanya sebelumnya bekerja bersama Snyder dalam Rebel Moon. Skenario film ditulis Kurt Johnstad berdasarkan cerita Snyder.
Proyek yang Dikejar Snyder Selama Bertahun-tahun
The Last Photograph bukan proyek baru. Snyder telah mengembangkan film ini sejak pertengahan 2000-an.
Pada 2011, Christian Bale dan Sean Penn sempat dikaitkan sebagai pemeran utama. Versi awal ceritanya juga memiliki latar Afghanistan. Namun proyek tersebut tidak pernah masuk tahap produksi.
Film akhirnya kembali mendapatkan lampu hijau pada 2025. Snyder kemudian memilih Stuart Martin dan Fra Fee sebagai pemeran utama. Pengambilan gambar dilakukan di Islandia, Kolombia, dan Los Angeles, dan selesai pada November 2025.
Snyder juga menangani sinematografi film ini. Musiknya dikerjakan Hans Zimmer bersama Omer Benyamin dan Steven Doar.
Snyder sebelumnya menjelaskan bahwa ia tertarik membuat film ini dengan pendekatan yang lebih intim.
“Gagasan mengambil kamera dan membuat film secara sederhana dengan cara yang intim sangat menarik bagi saya,” kata Snyder saat proyek tersebut diumumkan.
Ia menyebut film tersebut sebagai refleksi mengenai kehidupan dan kematian serta pengalaman yang ia eksplorasi melalui pembuatan gambar.
Seperti Apa Teasernya?
Teaser pertama memberikan gambaran mengenai pendekatan visual yang digunakan Snyder. Alih-alih menampilkan aksi berskala besar seperti 300, Man of Steel atau Rebel Moon, materi singkat tersebut lebih banyak memperlihatkan karakter, lingkungan alam liar, kekerasan, serta suasana yang gelap dan tidak stabil.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!