Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Korsel Lesu, Permintaan Pekerja Migran Indonesia Merosot

📅 Senin, 20 Jul 2026, 18:58 WIB | Oleh:
Ekonomi Korsel Lesu, Permintaan Pekerja Migran Indonesia Merosot Doc: AFP

JAKARTA - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, mengatakan peluang penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) ke Korea Selatan terbatas mengingat kondisi ekonomi di negara tersebut.

"Kondisi perlambatan ekonomi di Korea Selatan memengaruhi peluang penempatan pekerja migran Indonesia ke Gyeongnam," kata Wamen dalam siaran pers Kementerian P2MI di Jakarta, Senin (20/7).

Pada pertemuan dengan Kepala Kantor Perwakilan Provinsi Gyeongnam, Hwang Geuk Jae di Jakarta, Senin (20/7), disampaikan perlambatan ekonomi di Korea Selatan menekan permintaan PMI, khususnya di Provinsi Gyeongnam yang selama ini menjadi salah satu kawasan industri tujuan penempatan.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi Perwakilan Gyeongnam, perlambatan ekonomi yang masih berlangsung, belum pulihnya aktivitas industri, serta kenaikan tarif pajak menyebabkan permintaan terhadap pekerja migran belum menunjukkan peningkatan.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa skema Visa Metropolitan yang sebelumnya diproyeksikan akan menjadi jalur penempatan PMI di sektor perkapalan di Gyeongnam, juga belum dapat dijalankan.

Menurutnya, saat ini program tersebut masih dievaluasi Kementerian Kehakiman Republik Korea selaku otoritas yang menerbitkan visa bagi pekerja asing.

"Selama proses evaluasi berlangsung, program untuk sementara ditangguhkan. Kami memahami kondisi ini dan akan terus mengikuti setiap perkembangannya," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Wamen juga memperkenalkan SMK Go Global yang merupakan program direktif Presiden Prabowo Subianto dan bertujuan meningkatkan kompetensi masyarakat Indonesia melalui pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja di luar negeri, termasuk Korea Selatan.

"Yang penting saat ini adalah tetap berkomunikasi dan menyiapkan SDM melalui Program SMK Go Global. Begitu kondisi ekonomi Korea Selatan pulih dan kebutuhan tenaga kerja meningkat, Indonesia sudah siap menyediakan pekerja yang kompeten, tersertifikasi, dan sesuai kebutuhan industri," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Ekonomi
BPS Catat 319 Daerah Hadapi...
Daerah
Fenomena Super New Moon, Su...
Advertisement
Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.