176 Hektare Sawah Garut Puso Total, Dispertan Turun Tangan Janjikan Bantuan Benih
📅 Senin, 21 Sep 2026, 17:15 WIB | Oleh: AlfredGARUT - Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut menyiapkan fasilitasi bantuan benih padi bagi kelompok tani yang lahan sawahnya mengalami puso akibat kekeringan selama musim kemarau, Senin (21/9).
"Untuk lahan lainnya yang mengalami gagal panen di Dispertan ada fasilitasi bantuan benih padi," kata Kepala Bidang Perlindungan dan Pengembangan Usaha Pertanian pada Dispertan Kabupaten Garut, Susi Suhartianti di Garut, Senin.
Ia menuturkan, musim kemarau yang melanda Kabupaten Garut menyebabkan sumber air untuk pertanian menyusut akibatnya tanaman pangan seperti padi kekurangan air sampai akhirnya terjadi puso atau gagal panen.
Selama musim kemarau yang berlangsung lebih dari tiga bulan ini, kata dia, tercatat seluas 176,80 hektare sawah mengalami gagal panen dengan angka kerugian produksi panen perkiraan 6,5 ton gabah kering giling (GKG) per hektare.
"Kekeringan di Garut mulai Juni 2026, ini merupakan data kumulatif selama kekeringan 3,5 bulan tercatat seluas 176,80 hektare terkena puso atau gagal panen," katanya.
Ia menyampaikan, jajaran Dispertan Garut sudah melakukan pemantauan dan mendata langsung lahan sawah yang gagal panen di wilayah utara maupun selatan Garut.
Seluruh petani yang mengalami gagal panen akibat faktor alam itu, kata dia, diupayakan mendapatkan bantuan benih disesuaikan dengan besaran anggaran dan ketersediaan benih untuk meringankan beban petani saat musim tanam nanti.
"Bantuan benih padi diprioritaskan bagi kelompok tani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan," katanya.
Ia menambahkan, upaya lain membantu petani yang mengalami gagal panen saat kemarau yakni dengan mengklaim asuransi melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dengan besaran pertanggungan sebesar Rp6 juta per hektare.
Namun untuk lahan yang saat ini dilaporkan terdampak puso, kata dia, berdasarkan data di lapangan masih dalam proses pengajuan kerja sama dengan pihak asuransi sehingga belum dapat diklaim dapat asuransi.
"Dari data puso akibat kekeringan itu, ada beberapa yang didaftarkan dalam program AUTP, tetapi progres sampai saat ini masih input CPCL (calon petani dan calon lokasi)-nya di aplikasi, belum keluar nomor polisnya, jadi belum bisa dilakukan proses klaim," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!