Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fenomena Super New Moon, Surabaya Waspada Banjir Rob hingga 30 September

📅 Senin, 21 Sep 2026, 16:52 WIB | Oleh:
Fenomena Super New Moon, Surabaya Waspada Banjir Rob hingga 30 September Doc: Istimewa
Ket. Fenomena Super New Moon menyebabkan pasang air laut maksimum sehingga kawasan pesisir menjadi lebih rentan terdampak rob.

SURABAYA — Fenomena Super New Moon membuat wilayah pesisir Surabaya perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya memprediksi banjir akibat pasang maksimum air laut dapat terjadi selama 11 hari, mulai 20 hingga 30 September 2026.

Kepala BPBD Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, potensi tersebut berdasarkan informasi Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Tanjung Perak. Fenomena Super New Moon menyebabkan pasang air laut maksimum sehingga kawasan pesisir menjadi lebih rentan terdampak rob.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkot Surabaya menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, mulai dari optimalisasi pintu air dan rumah pompa hingga normalisasi saluran drainase.

"Jadi menggunakan sistem pintu air otomatis (flat gate) yang menutup sendiri saat air laut pasang dan menyiagakan rumah pompa untuk memompa genangan air agar kembali ke laut," kata Irvan, Senin (21/9).

Selain mengandalkan infrastruktur pengendali banjir, Pemkot Surabaya juga melakukan pengerukan dan normalisasi saluran secara berkala. Endapan lumpur, pasir, maupun sampah dibersihkan untuk menjaga kapasitas saluran sekaligus mencegah terjadinya penyumbatan ketika debit air meningkat.

Irvan mengatakan pembersihan saluran dilakukan secara berkala, minimal dua kali dalam setahun.

"Minimal, dua kali setahun agar kapasitas tampung air meningkat," ujarnya.

BPBD juga memperkuat mitigasi nonstruktural dengan memaksimalkan pemantauan kondisi cuaca dan pasang surut melalui sistem peringatan dini atau early warning system (EWS).

Informasi mengenai potensi pasang dan banjir rob tersebut selanjutnya diteruskan kepada masyarakat, terutama warga yang tinggal di kawasan pesisir Surabaya.

Kesiapsiagaan warga juga menjadi bagian dari mitigasi. BPBD memberikan edukasi mengenai jalur evakuasi serta langkah penyelamatan mandiri apabila air pasang mulai memasuki permukiman.

Warga diminta segera berpindah ke lokasi yang lebih aman apabila kondisi membahayakan. Untuk keadaan darurat, masyarakat dapat menghubungi Call Center 112 atau mengirim pesan WhatsApp ke nomor 0811-3111-2112.

"Kami imbau kepada warga yang tinggal di wilayah pesisir Surabaya untuk memantau informasi pasang surut laut dan potensi banjir rob melalui situs resmi BMKG," kata Irvan.

Warga juga diminta memastikan saluran air di sekitar lingkungan tetap bersih serta segera melaporkan apabila menemukan kerusakan tanggul.

Kewaspadaan ini diperlukan selama periode potensi banjir rob yang dipengaruhi fenomena Super New Moon hingga 30 September 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Ekonomi
BPS Catat 319 Daerah Hadapi...
Daerah
Fenomena Super New Moon, Su...
Advertisement
Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.