Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Melemah, Gejolak Asia Barat Bikin Pasar Waspada

2 Senin, 21 Sep 2026, 16:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Melemah, Gejolak Asia Barat Bikin Pasar Waspada Rupiah Hari Ini Melemah, Gejolak Asia Barat Bikin Pasar Waspada Doc: ANTARA FOTO/ Hasrul Said
Ket. Ilustrasi - Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Haji La Tunrung, Makassar, Sulawesi Selatan.

JAKARTA – Pelemahan rupiah terhadap dollar AS kembali menunjukkan bahwa sentimen global yang terjadi saat ini masih menjadi beban bagi pasar keuangan domestik.

Ketegangan geopolitik di kawasan Asia Barat mendorong investor meningkatkan kewaspadaan dan cenderung mengalihkan dana ke aset yang dinilai lebih aman alias safe haven, sehingga permintaan dolar AS menguat dan memberi tekanan tambahan terhadap rupiah.

Kondisi ini juga berpotensi meningkatkan volatilitas apabila ketegangan berlangsung lebih lama dan memicu kenaikan harga energi.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (21/9), bergerak melemah 89 poin atau 0,50 persen menjadi Rp17.847 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.758 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menganggap pelemahan rupiah dipengaruhi ketegangan geopolitik di Asia Barat.

“Ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi setelah kelompok (Ansarullah) Houthi Yaman menyatakan telah menyerang lokasi-lokasi sensitif di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone), serta menyerang fasilitas Aramco di kota Yanbu yang terletak di tepi Laut Merah dan merupakan pusat utama ekspor minyak,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Serangan Ansarullah Yaman terhadap jalur pipa Timur-Barat milik Saudi Aramco telah mendorong perusahaan energi negara tersebut untuk meningkatkan ekspor melalui Selat Hormuz pada bulan ini dan bulan depan, setelah sempat menghentikan sebagian pengiriman melalui Yanbu.

Melihat sentimen domestik, pasar disebut akan mencermati keputusan Bank Indonesia di tengah dinamika nilai tukar rupiah, inflasi, serta kebijakan bank sentral global yang terfragmentasi.

“Sebagian mengambil sikap hawkish, sebagian lainnya masih memiliki ruang pelonggaran dengan mempertahankan posisi suku bunga acuan. Namun, melihat situasi inflasi global yang tinggi, kemungkinan gubernur Bank Indonesia dalam rapat di hari Rabu (23/9) akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps (basis points),” ungkap Ibrahim.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.813 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.745 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Telkom Percepat Adopsi AI di Segmen Enterprise

57 menit yang lalu | Lili Lestari

Ekonomi
Telkom Percepat Adopsi AI d...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.