Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Membangun UMKM Berdaya Saing di Tengah Disrupsi Global

📅 Jumat, 17 Jul 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Membangun UMKM Berdaya Saing di Tengah Disrupsi Global Doc: KORAN JAKARTA/M. FACHRI
Ket. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman

Meski menjadi tulang punggung perekonomian, peningkatan peran UMKM hanya akan tercapai jika upaya transformasi mampu mendorong pelaku usaha naik kelas sehingga menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi dan memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) saat ini menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Sektor ini berkontribusi sekitar 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja.

Dalam jangka panjang, peningkatan kontribusi UMKM terhadap perekonomian tidak hanya ditentukan oleh bertambahnya jumlah pelaku usaha, tetapi juga oleh kemampuan mereka untuk naik kelas, meningkatkan nilai tambah produk, memperluas pasar ekspor, dan mengadopsi teknologi. Dengan demikian, UMKM tidak hanya berfungsi sebagai penyangga ekonomi nasional, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 59 juta pelaku UMKM. Dengan begitu Indonesia memiliki basis usaha yang sangat besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Besarnya jumlah tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas melalui penguatan produktivitas, digitalisasi, akses pembiayaan, inovasi, dan perluasan pasar. Tanpa transformasi tersebut, potensi ekonomi UMKM tidak akan optimal.

Untuk mengulas strategi pemerintah dalam mempercepat transformasi UMKM agar semakin produktif, berdaya saing, dan mampu naik kelas di tengah persaingan ekonomi yang semakin kompetitif, berikut pernyataan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dalam beberapa kesempatan yang dirangkum wartawan Koran Jakarta, Frederikus W Sabini.

Seberapa besar kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya di daerah saat ini?

UMKM memiliki peran strategis sebagai tulang punggung ekonomi lokal karena mampu menciptakan perputaran ekonomi secara langsung di berbagai wilayah. Ketika UMKM di suatu wilayah tumbuh subur, roda ekonomi daerah tersebut akan berputar lebih cepat secara mandiri tanpa harus bergantung penuh pada pemerintah pusat.

Salah satu syarat utama terciptanya kemajuan ekonomi daerah adalah ketika pelaku UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Apa strategi utama Kementerian UMKM agar sektor UMKM benar-benar menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi?

Kami menyiapkan tiga langkah strategis untuk mempercepat transformasi usaha mikro sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing pelaku usaha. Tiga langkah tersebut meliputi pendataan dan layanan terintegrasi melalui aplikasi SAPA UMKM, pelatihan wirausaha baru melalui Program Kesejahteraan Rakyat (Pro-Kesra) Produktif, serta pendampingan pengembangan usaha melalui lembaga inkubator.

Ketiga program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, sekaligus membangun fondasi ekonomi nasional yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.

Di tengah bonus demografi, apa peluang bagi wirausaha baru?

Saat ini sekitar 68 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif dari total populasi lebih dari 287 juta jiwa. Kondisi tersebut menjadi peluang besar apabila didukung dengan ekosistem usaha yang sehat sehingga mampu melahirkan lebih banyak wirausaha yang produktif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Oleh karena itu, Kementerian UMKM terus memperkuat ekosistem kewirausahaan sekaligus mendorong peningkatan rasio kewirausahaan nasional yang ditargetkan mencapai 3,20 persen pada 2026 dan 3,60 persen pada 2029.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Zona Kematian Meluas setela...
Ekonomi
UMKM Lambat Digitalisasi, D...
Porprov NTB 2026: 4.860 Atlet Bersiap Masuk Radar PON 2028

Porprov NTB 2026: 4.860 Atlet Bersiap Masuk Radar PON 2028

16 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.