Kebakaran Hutan 15 Hektare di Bengkalis, Kemenhut Ungkap Luas Karhutla Riau 2026.
📅 Jumat, 17 Jul 2026, 14:10 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan Republik Indonesia berjibaku melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 15 hektare di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.
Kepala Balai Dalkarhut Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan karhutla tersebut terjadi di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau. Di lokasi tersebut pemadaman saat ini ditangani dua regu Manggala Agni dari Daerah Operasi Dumai dan Pekanbaru ,dan satu lagi dari Siak masih dalam perjalanan.
"Tim masih belum memungkinkan melakukan estimasi valid, karena asap masih pekat dan jarak pandang terbatas. Estimasi sementara luasan 15 hektare," katanya dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Jumat.
Dia mengatakan selain berasap pekat, di lokasi angin juga kencang serta bahan bakaran kering melimpah, sehingga mempercepat penyebaran api. Helikopter Waterbombing juga berada di lokasi membantu tim darat.
Selain itu, dibantu TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta masyarakat. Pemadaman oleh Manggala Agni telah dilakukan sejak Rabu (15/7).
Sebaiknya Anda baca juga:
"Lokasi perbatasan dengan Kampung Samsam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Vegetasinya pakisan dan semak. Bahan bakaran melimpah, api masih aktif," ujarnya.
Selain di Bengkalis, Mangga Agni juga masih melakukan operasi pemadaman di Bagan Punak, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir. Pemadaman telah dilakukan selama tiga hari oleh Manggala Agni Daops Dumai.
"Lokasi Kepenghuluan Bagan Punak, Bangko pemadaman hari ke-3. Estimasi luasan 10 hektare masih dikerjakan 1 regu Manggala Agni Daops Dumai," ujar Ferdian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemenhut catat luas karhutla Riau 2026 capai 15.477,9 hektare
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia mencatat akumulasi luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau sepanjang semester pertama tahun 2026 mencapai 15.477,9 hektare.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan angka ini berdasarkan hasil perhitungan dan analisis citra satelit secara kolaboratif oleh Kemenhut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Kementerian Lingkungan Hidup (KemenLH) untuk periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026.
"Berdasarkan karakteristik tanahnya, kebakaran masih didominasi oleh wilayah lahan gambut dengan rincian luas mencapai 14.227,3 hektare dan tanah mineral seluas 1.250,7 hektare," katanya dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Jumat.
Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah terdampak paling parah dengan luasan mencapai 8.239,5 hektare, disusul Kabupaten Pelalawan di posisi kedua dengan total area terbakar seluas 4.582,0 hektare.
Sementara itu, wilayah lain juga mencatatkan dampak kebakaran yang cukup besar, seperti Kabupaten Indragiri Hilir seluas 956,6 hektare, Kota Dumai seluas 607,1 hektare, Kabupaten Rokan Hilir seluas 289,6 hektare, dan Kabupaten Siak dengan luasan mencapai 281,1 hektare.
Selain itu, terdapat beberapa wilayah dengan tingkat luasan kebakaran di bawah 200 hektare. Kabupaten Kepulauan Meranti mencatatkan total area terbakar seluas 199,3 hektare, Kabupaten Kuantan Singingi seluas 103,1 hektare, Kabupaten Kampar seluas 90,1hektare, dan Kabupaten Indragiri Hulu dengan luas kebakaran mencapai 80,7 hektare.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!