Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Gorontalo Utara Bentuk Desa Tangguh Hadapi Perubahan Iklim

30 Jumat, 17 Jul 2026, 13:40 WIB | Oleh:
Pemkab Gorontalo Utara Bentuk Desa Tangguh Hadapi Perubahan Iklim Pemkab Gorontalo Utara Bentuk Desa Tangguh Hadapi Perubahan Iklim Doc: antara foto
Ket. Kegiatan pembentukan Pokja ProKlim di Desa Pilot Terpilih Kabupaten Gorontalo Utara.

GORONTALO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo membentuk desa tangguh menghadapi perubahan iklim diawali dengan pembentukan kelompok kerja (Pokja) Program Kampung Iklim (ProKlim).

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemkab Gorontalo Utara Osna Haluti di Gorontalo Utara, Jumat (17/7), menyaksikan langsung kegiatan pembentukan Pokja ProKlim di Desa Pilot Terpilih Kabupaten Gorontalo Utara.

Program tersebut dalam rangka mendukung implementasi Results Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund Output 2 Provinsi Gorontalo.

Perwakilan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gorontalo Utara, Camat Kwandang, para kepala desa dan perangkat desa se Kecamatan Kwandang, pendamping ProKlim serta para peserta dari desa-desa pilot yang menjadi lokasi pelaksanaan program, mengikuti pembentukan Pokja tersebut.

Osna mengatakan pembentukan Pokja ProKlim merupakan langkah strategis dalam mendukung implementasi Program Results Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund, sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca, sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

Menurutnya, perubahan iklim bukan lagi menjadi isu masa depan, melainkan tantangan nyata yang telah dirasakan masyarakat melalui perubahan pola musim, meningkatnya potensi banjir, kekeringan, abrasi pantai, sampai pada ancaman terhadap ketahanan pangan.

"Sebagai daerah yang memiliki potensi sumber daya alam, kawasan hutan, wilayah pesisir dan lahan pertanian, kabupaten ini memiliki tanggung jawab sekaligus peluang besar untuk berkontribusi dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca, melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan," kata Osna mewakili Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu,

Ia mengatakan melalui Program Kampung Iklim, pemerintah daerah mendorong masyarakat menjadi pelaku utama dalam aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada penghijauan, tetapi juga mencakup pengelolaan sampah berbasis masyarakat, konservasi sumber daya air, pemanfaatan energi ramah lingkungan, pengendalian kebakaran lahan, penguatan ketahanan pangan, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berwawasan lingkungan.

Osna mengatakan Pokja ProKlim memiliki peran penting sebagai motor penggerak seluruh kegiatan di tingkat desa. Oleh karena itu, Pokja ini diharapkan mampu menyusun rencana kerja sesuai potensi desa, mengkoordinasikan kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Menggerakkan partisipasi masyarakat, mendokumentasikan seluruh aksi sebagai bahan evaluasi, serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak guna mendukung keberlanjutan program.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, kata dia, mengajak seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan ProKlim sebagai gerakan bersama, dalam mewujudkan pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan.

Ia mengapresiasi Pemerintah Provinsi Gorontalo, Kementerian Lingkungan Hidup, para pendamping dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, sehingga penguatan aksi perubahan iklim di daerah itu dapat terus ditingkatkan.

Ia berharap Pokja ProKlim mampu melahirkan Pokja yang aktif, mandiri dan menjadi contoh bagi desa-desa lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
IHSG Hari Ini Melemah Dibay...

Pembongkaran bangunan liar di Jakarta

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pembongkaran bangunan liar ...
Ekonomi
Kerajinan topeng di Bantul ...
Daerah
Perayaan Hari Pangan Seduni...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gua Harimau, Melihat Jejak Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan

Gua Harimau, Melihat Jejak Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.