Ekspor Perikanan Batam ke Singapura Capai 3.678 Ton, Nilainya Rp125 Miliar.
📅 Rabu, 19 Agu 2026, 11:06 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Ekspor komoditas perikanan Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) ke Singapura mencapai 3.678 ton dengan nilai Rp125 miliar sepanjang Januari hingga Mei 2026 atau sekitar 45 persen dari target nilai ekspor tahun ini.
Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kota Batam Yudi Admajianto mengatakan pemerintah menargetkan ekspor ikan Batam pada 2026 mencapai 7.000 ton dengan nilai transaksi sekitar Rp280 miliar.
“Data yang kami terima sampai Mei sudah mencapai 3.678 ton dengan nilai ekspor Rp125 miliar. Kalau dibandingkan target nilai Rp280 miliar, sudah sekitar 45 persen,” kata Yudi saat dihubungi di Batam, Rabu.
Sementara dari sisi volume, realisasi tersebut telah mencapai sekitar 53 persen dari target 7.000 ton.
“Data ekspor tersebut berdasarkan catatan Badan Karantina Indonesia dan komoditas ikan Batam dikirim ke Singapura melalui sejumlah pelabuhan, di antaranya Pelabuhan Belakang Padang, Tanjung Riau dan Sagulung,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Komoditas yang diekspor merupakan berbagai jenis ikan dan hasil perikanan bernilai ekonomi tinggi, seperti kerapu, kakap, tenggiri, kaci, dingkis, udang vaname, sotong, kepiting atau rajungan hingga lobster.
“Tujuan ekspor komoditas ikan Kota Batam seluruhnya ke Singapura,” ujarnya.
Menurut Yudi, komoditas tersebut sebagian besar berasal dari hasil tangkapan nelayan tradisional di perairan sekitar Batam, termasuk wilayah Belakangpadang, Bulang dan Galang.
Karakteristik perairan Batam yang didominasi laut dangkal dan kawasan terumbu karang turut mempengaruhi jenis ikan yang menjadi komoditas unggulan.
“Perairan Batam umumnya laut dangkal dan perairan karang. Ikannya seperti ikan karang, kakap, kerapu, kaci, dingkis dan lainnya,” katanya.
Yudi optimistis target ekspor hingga akhir 2026 dapat tercapai, mengingat realisasi hingga Mei sudah lebih dari separuh target volume.
“Kami optimistis akhir tahun tercapai. Mudah-mudahan tidak ada kendala, baik faktor cuaca maupun operasional,” ujarnya.
Sebagai pembanding, ekspor komoditas perikanan Batam sepanjang 2025 mencapai 6.406 ton dengan nilai Rp263 miliar. Capaian tersebut melampaui target nilai ekspor yang ditetapkan sebesar Rp250 miliar.
“Tahun lalu volume dan nilai ekspor melampaui target. Kami targetkan naik di tahun 2026 karena menimbang faktor bantuan alat tangkap dan mesin kapal dari dinas kepada nelayan yang diharapkan meningkatkan produktivitas.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!