Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mataram Siapkan 60.000 Benih Ikan Nila, Dorong Ketahanan Pangan Masyarakat.

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 11:02 WIB | Oleh:
Mataram Siapkan 60.000 Benih Ikan Nila, Dorong Ketahanan Pangan Masyarakat. Doc: Antara Foto
Ket. Kegiatan pelepasan 15.000 bibit ikan nila di kolam Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan, Provinsi Nusa Tenggara Barat, oleh tim Dinas Perikanan Kota Mataram bersama tim Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Selasa petang (18/8).

​Dinas Perikanan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan sekitar 60.000 benih ikan nila untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat, sekaligus sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem di perairan.

Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Perikanan Kota Mataram Leo Amri Saleh di Mataram, Rabu, mengatakan, bibit tersebut didistribusikan ke berbagai sektor, mulai dari kelompok budidaya, perairan umum, kolam ruang terbuka hijau (RTH), hingga masyarakat umum yang melakukan budidaya secara mandiri.

"Silakan jika ada kelompok masyarakat membutuhkan bibit, bersurat ke kami. Selama persediaan ada, kami siap bantu," katanya.

Menurutnya, dari 60.000 bibit ikan nila tersebut sebanyak 15.000 ekor sudah di lepas pada kolam Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan, sebagai bagian dari upaya restocking atau penyiapan stok ikan serta menjaga keseimbangan ekosistem perairan di kawasan RTH pada Selasa petang (18/8/2026).

Penebaran benih ikan nila merah berukuran 8–10 sentimeter tersebut juga dimaksudkan untuk pelestarian lingkungan, serta menekan populasi jentik nyamuk di area kolam RTH Pagutan.

Selain itu, keindahan warna ikan nila berwarna merah dan putih diharapkan dapat menjadi daya tarik visual dan sarana cuci mata bagi para pengunjung RTH.

Sementara untuk, pengawasan dan pemeliharaan diserahkan sepenuhnya kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram selaku pengelolaan di RTH Pagutan.

Termasuk untuk pemanfaatan seperti kegiatan memancing bagi masyarakat, itu tergantung dari izin dan regulasinya akan diatur sepenuhnya oleh pihak pengelola RTH.

Sebelumnya, pada Jumat (14/8/2026), Dinas Perikanan juga sudah menebar sebanyak 3.000 ekor bibit ikan nila di saluran irigasi Kelurahan Jempong baru, sebagai upaya mendukung warga dalam pemanfaatan saluran irigasi untuk budidaya ikan air tawar.

Menurutnya, setelah menebar 15.000 ekor bibit ikan nila di RTH Pagutan, Dinas Perikanan merencanakan penebaran benih di tiga sungai yang melintasi Kota Mataram, yakni Sungai Jangkuk, Ancar, dan Sungai Unus.

Namun, untuk pelaksanaan di sungai masih menunggu debit air meningkat agar benih tidak mati atau tersapu akibat kondisi air yang kering.

"​Benih ikan nila yang ditebar, membutuhkan waktu pemeliharaan sekitar 3 bulan untuk mencapai ukuran siap panen. Tapi kalau di perairan terbuka, tidak tentu sebab masyarakat bisa memancing kapan pun."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Kimi Antonelli Juarai Formu...
Ekonomi
Harga BBM Eceran Melejit, W...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.