Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kawal Budaya Betawi, Binaan Dinas Kebudayaan DKI Sabet Gold Medal di Singapura

📅 Kamis, 16 Jul 2026, 15:00 WIB | Oleh:
Kawal Budaya Betawi, Binaan Dinas Kebudayaan DKI Sabet Gold Medal di Singapura Doc: Istimewa
Ket. Sanggar tari binaan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Svadara Warna Indonesia, kembali menorehkan prestasi di kancah internasional dengan meraih Gold Medal pada kategori Small Group A dalam ajang 13th Asia Arts Festival (AAF) 2026 di School of the Arts (SOTA), Singapura.

JAKARTA - Sanggar tari binaan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Svadara Warna Indonesia, kembali menorehkan prestasi di kancah internasional dengan meraih Gold Medal pada kategori Small Group A dalam ajang 13th Asia Arts Festival (AAF) 2026 di School of the Arts (SOTA), Singapura. Penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi sanggar dalam mempromosikan budaya Indonesia sekaligus memperkuat diplomasi budaya melalui seni pertunjukan.

Dalam kompetisi yang diikuti komunitas seni dari berbagai negara itu, Svadara menampilkan Tari Kipas Ajer, sebuah tari kreasi baru yang dikembangkan dari ragam gerak tradisi Betawi, khususnya gerak Cokek dan Topeng Betawi. Tarian tersebut mengangkat keindahan kipas sebagai simbol kecantikan perempuan Betawi melalui perpaduan gerak yang lembut, anggun, ceria, serta menggambarkan semangat kebersamaan dan harmoni.

Tari Kipas Ajer merupakan karya orisinal Svadara Warna Indonesia yang telah memperoleh Surat Pencatatan Ciptaan sebagai bentuk perlindungan hak cipta. Penampilan tersebut dibawakan oleh 11 penari yang menjalani latihan intensif di bawah arahan Camelia Ashe sebagai pelatih tari sekaligus official tim untuk memastikan kualitas pertunjukan di panggung internasional.

Team Leader sekaligus Program Manager Svadara Warna Indonesia, Diah Sri Utari atau yang akrab disapa Didi, mengatakan keikutsertaan dalam festival internasional tidak hanya bertujuan mengejar prestasi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi para penari untuk mengembangkan disiplin, kemandirian, kemampuan beradaptasi, serta rasa bangga terhadap budaya Indonesia.

"Bagi kami, misi budaya selalu lebih dari sekadar mengikuti kompetisi. Ini adalah ruang belajar bagi para penari untuk membangun disiplin, kemandirian, kemampuan beradaptasi, serta rasa bangga terhadap budaya Indonesia. Prestasi tentu membanggakan, tetapi pengalaman menjadi duta budaya adalah nilai terbesar yang mereka bawa pulang," ujar Didi.

Selain mengikuti kompetisi, delegasi Svadara juga melakukan audiensi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura dan diterima oleh Wakil Duta Besar RI untuk Singapura, Thomas Ardian Siregar, bersama Sekretaris Pertama Pensosbud KBRI Singapura, Rizki Kusumastuti. Dalam pertemuan tersebut, KBRI memberikan apresiasi atas konsistensi Svadara dalam membawa seni budaya Indonesia ke panggung dunia sekaligus mendorong generasi muda untuk terus berprestasi di bidang seni.

Didi menjelaskan audiensi tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi pengembangan program misi budaya di Singapura. Ke depan, Svadara berharap dapat melengkapi agenda kompetisi dengan program studi banding bersama sekolah seni maupun sanggar tari di Singapura agar para penari memperoleh pengalaman baru sekaligus memperluas jejaring internasional.

Prestasi di Asia Arts Festival 2026 melanjutkan rekam jejak internasional Svadara yang sepanjang 2025 aktif menjalankan misi budaya ke berbagai negara, seperti Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia. Selain meraih Gold Award pada Asia Arts Festival 2025, Svadara juga tampil dalam Indonesian Night Kyoto, Osaka World Expo 2025, meraih Bronze Award pada Powerful Daegu Festival di Korea Selatan, serta berpartisipasi dalam Borneo Art Festival di Labuan, Malaysia.

Keberangkatan delegasi Indonesia pada ajang tahun ini mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Bank Jakarta, dan Banyu Communications. Melalui berbagai misi budaya tersebut, Svadara menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan karya seni berkualitas, memperkuat diplomasi budaya Indonesia, serta membuka lebih banyak ruang kolaborasi lintas negara bagi generasi muda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Peneliti IPB Gabungkan Varietas Cabai Habanero Lokal hingga Tingkat Kepedasan Ekstrem

Peneliti IPB Gabungkan Varietas Cabai Habanero Lokal hingga Tingkat Kepedasan Ekstrem

16 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.