Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inovasi dan Terobosan untuk Komoditas Cabai

📅 Jumat, 17 Jul 2026, 14:01 WIB | Oleh:
Inovasi dan Terobosan untuk Komoditas Cabai Doc: isst
Ket. cari inovasi

JAKARTA – Kebutuhan cabai terus meningkat, maka perlu terobosan untuk mengembangkan komoditas ini. Itulah yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang tengah mengembangkan cabai rawit hibrida CR 58 yang memiliki produktivitas tinggi serta ketahanan yang lebih baik terhadap hama dan penyakit.

Peneliti Pusat Riset Hortikultura BRIN, Rinda Kirana dalam keterangan di Jakarta, Jumat, menjelaskan pengembangan cabai rawit CR 58 saat ini masih menjalani pengujian lanjutan dan proses pemenuhan persyaratan sertifikasi sebelum dapat diedarkan kepada masyarakat.

"Pemuliaan tanaman dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu untuk mengelola sifat-sifat tanaman, sehingga menghasilkan karakteristik yang lebih ideal atau sesuai dengan kebutuhan manusia," katanya.

Rinda menjelaskan pengembangan CR 58 diawali dengan pembentukan galur murni atau galur generasi lanjut selama sekitar lima tahun, yakni pada periode 2014–2019.

Dari tahapan tersebut diperoleh dua galur terseleksi, yaitu galur 55 dan galur 56, yang kemudian disilangkan melalui persilangan tunggal antara galur 56 sebagai tetua betina dan galur 55 sebagai tetua jantan.

Hasil persilangan tersebut, lanjut Rinda, menjalani uji daya hasil pendahuluan pada 2022–2023 untuk mengevaluasi produktivitasnya sebagai salah satu karakter utama varietas unggul.

"Pada 2024, tim peneliti menyusun deskripsi varietas sebagai dasar untuk memperoleh Sertifikat Tanda Daftar Hasil Pemuliaan Tanaman. Hingga kini, pengujian masih terus dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai karakter unggul yang dimiliki CR 58," ujarnya.

Selain melalui tahapan penelitian, pengembangan varietas juga harus memenuhi ketentuan regulasi di bidang perbenihan yang ditetapkan Kementerian Pertanian.

Menurut Rinda, kekayaan intelektual dalam bentuk varietas juga menjadi salah satu indikator kinerja peneliti. Proses tersebut melibatkan Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) serta Direktorat Jenderal Hortikultura.

"PPVTPP memfasilitasi Sertifikat Tanda Daftar Hasil Pemuliaan Tanaman dan Sertifikat Hak Perlindungan Varietas Tanaman, sedangkan Direktorat Jenderal Hortikultura memfasilitasi Sertifikat Pendaftaran Varietas untuk Peredaran Benih. Saat ini cabai rawit CR 58 baru memperoleh satu dari tiga sertifikat yang dipersyaratkan di Kementerian Pertanian," katanya. 

Rinda menambahkan tahapan berikutnya adalah memperoleh Sertifikat Pendaftaran Varietas untuk Peredaran Benih sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 24 Tahun 2025 dan Panduan Teknis Direktur Jenderal Hortikultura Nomor 586 Tahun 2025.

Untuk memenuhi persyaratan tersebut, tim peneliti masih melaksanakan uji keunggulan, uji kebenaran, identifikasi karakter penciri varietas, serta uji hibriditas guna memastikan kemurnian hasil persilangan.

Rinda berharap CR 58 dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai varietas cabai rawit unggul yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Selain itu, varietas ini diharapkan turut berkontribusi terhadap stabilitas pasokan dan harga cabai sebagai salah satu komoditas hortikultura strategis di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Setop Impor Agar Petani Tebu Termotivasi Meningkatkan Produktivitas
    Sebagai praktisi di industri pengolahan pangan, saya sangat ...
  • Tak Bisa Jalan Sendiri, Industri Besar Diminta Angkat IKM dan UMKM
    Transformasi pendekatan CSR dari yang sekadar bantuan konsumtif ...
  • Kebergantungan Impor Naptha Bikin Industri RI Rawan Kena Guncangan Harga Global
    Kenaikan harga bahan baku di sektor hulu akibat ...

Dampak kemarau di Kabupaten Bekasi

4 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Dampak kemarau di Kabupaten...

Pameran filateli di Bandung

5 jam yang lalu | Wahyu AP

Rona
Pameran filateli di Bandung
Ekonomi
Aksesori lurik berbahan lim...

Festival Hungry Ghost di Medan

5 jam yang lalu | Wahyu AP

Rona
Festival Hungry Ghost di Medan
Pertamax Turbo DragFest 2026 di Yogyakarta, Saksikan Gratis Akhir Pekan Ini!

Pertamax Turbo DragFest 2026 di Yogyakarta, Saksikan Gratis Akhir Pekan Ini!

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.