Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prosesi Larung Sesaji Muaragembong Dikawal 800 Kapal

📅 Kamis, 16 Jul 2026, 01:10 WIB | Oleh:
Prosesi Larung Sesaji Muaragembong Dikawal 800 Kapal Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.
Ket. Sejumlah kapal nelayan berlayar mengiringi prosesi larung sesaji sebagai bagian dari perayaan nadran di perairan Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Selasa (14/7).

Prosesi larung sesaji sebagai inti acara tradisi pesta laut atau nadran di perairan wilayah Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasam tak main-main karena dikawal 800 kapal nelayan. "Total yang mengikuti tradisi pesta laut di perairan Muaragembong tahun ini mendekati 800 kapal," kata Ketua Panitia Nadran 2026, Rasim.

Dia mengatakan lokasi larung sesaji berupa kepala kerbau berjarak tiga kilometer dari titik keberangkatan peserta yakni Kampung Muara Bendera dengan kedalaman mencapai belasan meter dari atas permukaan laut. Ia menjelaskan makna serta tujuan penyelenggaraan tradisi ini adalah sebagai bentuk perwujudan rasa syukur nelayan kepada Allah atas hasil perikanan yang selama ini mereka ambil dari lautan.

Selain wujud syukur, pesta laut ini sekaligus menjadi ikhtiar untuk terus melestarikan tradisi yang selama ini dijalankan masyarakat khususnya nelayan secara turun-temurun hingga dikenal sebagai salah satu kearifan lokal budaya setempat. “Melalui kegiatan ini pula, para nelayan berharap terus diberi keberkahan melalui tangkapan ikan melimpah agar mereka dapat menghidupi keluarga karena hasil laut merupakan sumber penghidupan nelayan,” ujarnya.

Rasim menyebut pelaksanaan nadran tahun ini menjadi yang paling meriah dibandingkan beberapa tahun terakhir. Antusiasme masyarakat meningkat drastis terlebih setelah tradisi tersebut tidak digelar pada tahun lalu akibat kelangkaan BBM dan LPG.

“Tahun ini sangat meriah, peserta lebih antusias. Terakhir kita gelar tahun 2024, 2025 kita tidak mengadakan karena memang banyak nelayan yang tidak melaut saat itu,” katanya. Dia mengungkapkan penyelenggaraan tradisi pesta laut tahun ini hampir seluruhnya dibiayai secara swadaya oleh masyarakat sementara dukungan pemerintah terhadap pelestarian tradisi tersebut dinilai masih sangat minim.

“Hampir setiap tahun tidak ada dukungan dari pemerintah, semua swadaya. Harapan kami pemerintah lebih peduli terhadap tradisi-tradisi seperti ini,” ucapnya. Ia juga menyoroti persoalan yang hingga kini masih dihadapi para nelayan yakni sulitnya memperoleh BBM maupun LPG dengan harga terjangkau untuk operasional melaut.

“Kendala utama kami BBM karena sering sulit didapat dan harganya tinggi. Termasuk LPG juga sulit, padahal kapal-kapal kecil banyak yang menggunakan LPG,” katanya.

Ujungan

Selain itu, Bekasi juga menyelenggarakan pentas seni Ujungan. Seni pertunjukan tradisional tari Ujungan asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat memukau penonton saat ditampilkan dalam ajang Festival Lima Gunung XXV di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, akhir pekan lalu.

“Kekompakan gerak, kekuatan ekspresi serta packaging yang memadukan unsur tradisi dengan kreativitas mendapat sambutan hangat dari para penonton,” kata Penata Tari Ujungan Bekasi Eyang Anjar Purwani.Menurutnya, tarian berdurasi empat menit 50 detik tersebut menjadi momentum bersejarah karena baru perdana ditampilkan di ajang festival budaya ternama berskala nasional sejak ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan, Jumat, (3/7).

Menurut dia kesuksesan 10 penari Ujungan saat tampil di hadapan ratusan seniman maupun pegiat budaya dari berbagai daerah itu tidak terlepas dari persiapan matang yang telah dilakukan sejak sebulan sebelum pentas. Eyang Anjar menyebut, selain sukses saat pementasan, keikutsertaan tari khas Kabupaten Bekasi dalam Festival Lima Gunung menjadi langkah penting untuk memperkenalkan ujungan kepada masyarakat secara lebih luas.

“Tujuan utama kami adalah memperkenalkan Tari Ujungan ke tingkat nasional agar semakin dikenal sebagai salah satu kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Bekasi,” ujarnya. Penampilan Ujungan merupakan hasil kolaborasi dengan Babah Rais dari Padepokan Pencak Silat Ki Sayan sebagai sumber gerak Ujungan Bekasi, Ketua Padepokan Seni dan Budaya Bekasi Drahim Sada, Sanggar Seni Betawi Margasari Kacrit selaku penata musik serta Dewan Kebudayaan Daerah. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
    Call Center Resmi Spinjam Spinjam shopee pinjam paling ...
    Call Center Resmi Spinjam Spinjam shopee pinjam paling ...
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
  • Sulit Kurangi Jurang Kaya dan Miskin tanpa Pertumbuhan Berkualitas
    Preview komentar:
    kyk nama artis dracin :)
    Indonesia perlu mencontoh negara lain yg sdh terbukti ...
Luar Negeri
Air Makin Langka, Inggris R...
Driver Ojol Ikut Punya Suara! Pemerintah Libatkan Pengendara dalam Aturan Tarif Baru

Driver Ojol Ikut Punya Suara! Pemerintah Libatkan Pengendara dalam Aturan Tarif Baru

18 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.