Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

New Zealand Temukan Kasus Pertama Flu Burung H5N1

📅 Kamis, 16 Jul 2026, 02:15 WIB | Oleh:
New Zealand Temukan Kasus Pertama Flu Burung H5N1 Doc: AFP/JAIME REINA
Ket. Sejumlah ayam berkeliaran di sebuah peternakan di Kota Marratxi, Mallorca, Spanyol, beberapa waktu lalu. Pada Rabu (15/7) pemerintah New Zealand melaporkan telah menemukan kasus pertama flu burung H5N1 yang mematikan.

WELLINGTON - New Zealand telah mendeteksi kasus pertama flu burung H5N1, setelah seekor burung laut migran ditemukan menderita penyakit ini di pantai di Wellington, kata para pejabat pada hari Rabu (15/7). Merespons laporan ini, pemerintah New Zealand telah meminta warganya untuk melaporkan jika melihat ada sekelompok burung yang sakit berjumlah tiga ekor atau lebih kepada pihak berwenang.

Flu burung H5N1 telah menyebabkan penyakit parah dan angka kematian tinggi pada unggas dan burung liar di seluruh dunia.

"Warga New Zealand diminta untuk waspada setelah seekor burung laut yang bermigrasi ke samudra, yaitu burung skua cokelat, dinyatakan positif terinfeksi flu burung H5N1 hari ini setelah ditemukan di Pantai Petone di Wellington," kata Menteri Biosekuriti, Andrew Hoggard. “Sejauh ini tidak ada bukti penularan antar burung liar atau kematian massal pada satwa liar,” imbuh dia.

Negara tetangga Australia, yang selama bertahun-tahun menjadi satu-satunya daratan benua yang bebas dari strain H5, mendeteksi kasus pertamanya pada bulan Juni. Sejak itu, otoritas Australia telah melaporkan 14 kasus.

New Zealand sendiri telah mempersiapkan diri menghadapi kedatangan H5N1, bekerja sama dengan industri unggas untuk mengembangkan rencana biosekuriti dan ketahanan. "Kami akan melakukan lebih banyak pengawasan, lebih banyak pengujian, tetapi secara garis besar kami akan melanjutkan pekerjaan yang sama dengan industri seperti yang telah kami lakukan selama ini," kata Hoggard.

Otoritas New Zealand telah berupaya melindungi lima burung yang paling terancam punah di negara itu seperti kakapotakaheshore ploverblack stilt, dan orange-fronted parakeet, dengan cara memvaksinasi populasi burung yang berkembang biak.

Sebelum kedatangan manusia, New Zealand tidak memiliki mamalia dan banyak burung endemik dari negara ini yang sangat rentan karena mereka berevolusi selama jutaan tahun tanpa mamalia darat asli, sehingga menyisakan banyak spesies unik seperti kiwi yang tidak bisa terbang, bersarang di tanah, dan kurang mampu mempertahankan diri dari predator. SB/ST/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
Advertisement
gaia musik festival
Daerah
Balai Besar TNBTS: Kebakara...
Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.