Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Flu Burung Mematikan Diprediksi Menjalar di New Zealand dalam Hitungan Bulan

1 Sabtu, 18 Jul 2026, 15:51 WIB | Oleh:
Flu Burung Mematikan Diprediksi Menjalar di New Zealand dalam Hitungan Bulan Flu Burung Mematikan Diprediksi Menjalar di New Zealand dalam Hitungan Bulan Doc: Jake Osbourne

WELLINGTON - Galur flu burung H5N1 yang baru terdeteksi berpotensi menjadi endemik di New Zealand dalam hitungan bulan, setelah negara itu mencatat kasus pertama pada seekor burung laut liar, demikian disampaikan seorang pejabat veteriner senior pada Jumat (17/7).

Kepala Petugas Veteriner Kementerian Industri Primer New Zealand Mary van Andel mengatakan kepada Radio New Zealand (RNZ) bahwa upaya pemberantasan kemungkinan tidak akan berhasil apabila virus tersebut menetap di populasi satwa liar.

Pada Rabu (15/7), virus H5 dikonfirmasi pada seekor burung laut yang ditemukan di Pantai Petone di Wellington, ibu kota New Zealand, menandai temuan pertama negara itu di tengah wabah global yang menyebar luas di kalangan burung liar.

"Isolasi New Zealand tidak akan mampu menghalangi masuknya virus burung mematikan ini," kata Profesor Dianne Brunton dari Fakultas Ilmu Biologi Universitas Auckland.

Menurutnya, meskipun belum ada bukti kematian massal satwa liar maupun penularan antarburung di New Zealand, H5N1 kemungkinan akan menetap seiring waktu.

Van Andel mengatakan virus tersebut dapat menular dari burung ke manusia, tetapi kasus seperti itu tergolong langka. Dia juga menegaskan bahwa keamanan pangan tidak terdampak.

Profesor Jemma Geoghegan, ahli virologi dari Universitas Otago, mengatakan New Zealand telah mempersiapkan diri menghadapi kedatangan virus tersebut setelah penyebarannya baru-baru ini ke Australia dan secara global.

Menurut Geoghegan, pengujian cepat, pengurutan genom dan pemantauan ketat terhadap burung liar sangatlah penting.

Departemen Konservasi telah memulai vaksinasi terhadap 300 ekor burung indukan dari lima spesies yang termasuk dalam kelompok spesies paling terancam punah di New Zealand, termasuk kakapo dan takahe, sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan.

Epidemiolog dari Universitas Massey, Nigel French, mengatakan kepada RNZ bahwa populasi burung yang kecil dan terancam punah, termasuk burung camar peri (fairy tern) yang sangat langka, dapat mengalami kepunahan apabila virus tersebut menyebar. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
PT KAI Buka Pemesanan Tiket...
Megapolitan
BPS: Indeks Pembangunan Gen...

Ini Alasan Mengapa Sebaiknya Merahasiakan Tanggal Ulang Tahun Anda

19 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Ini Alasan Mengapa Sebaikny...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.