Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tanam Lebih Rapat, Hasil Panen Lebih Tinggi? Kaltim Buktikan Strateginya

📅 Minggu, 12 Jul 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tanam Lebih Rapat, Hasil Panen Lebih Tinggi? Kaltim Buktikan Strateginya Doc: ANTARA/Ahmad Rifandi
Ket. Area persawahan di Teluk Pandan, Kalimantan Timur.

SAMARINDA – Mendongkrak hasil panen gabah tidak hanya bergantung pada perluasan lahan, tetapi juga pada peningkatan produktivitas melalui penggunaan benih unggul, irigasi yang andal, mekanisasi pertanian, serta penerapan budidaya yang tepat.

Di sisi lain, pendampingan kepada petani dan kepastian akses terhadap sarana produksi menjadi faktor penting agar potensi hasil panen dapat dimaksimalkan.

Strategi ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi beras yang berkelanjutan.

Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur menerapkan skema tanam padi rapat presisi guna mendongkrak hasil panen gabah para petani.

"Penerapan metode agrikultur modern ini kami proyeksikan mampu melipatgandakan produktivitas sawah dari awalnya rata-rata empat ton menjadi maksimal dua belas ton per hektare," kata Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kaltim Fahmi Himawan di Samarinda, Sabtu (11/7).

Program strategis Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) untuk daerah Kaltim menjangkau penggarapan lahan seluas 7.000 hektare.

"Melalui pengaturan jarak baris benih yang amat presisi hingga mencapai tiga sentimeter, tata kelola lahan menjadi sangat efisien sekaligus memberikan ruang tumbuh yang berlipat ganda," ujar Fahmi.

Skema penanaman rapat tersebut menyaratkan peningkatan volume penggunaan benih padi unggul pilihan dengan takaran mencapai sekitar 80 kilogram untuk setiap satu hektare hamparan persawahan, jauh lebih tinggi dibanding standar reguler yang hanya 25 kilogram per hektare atau sawah baru yang 40 kilogram per hektare.

Guna meringankan beban kerja fisik para petani saat menyemai benih dalam jumlah besar, pemerintah daerah turut mendistribusikan fasilitas mekanisasi berupa mesin penanam langsung atau drum seeder.

"Kehadiran alat pertanian modern ini terbukti tidak hanya mempercepat proses penanaman di lahan basah, tetapi juga memastikan keakuratan jarak antarbenih agar sesuai dengan standar tumbuh optimal," tuturnya memaparkan manfaat bantuan.

Disampaikan Fahmi, implementasi metode inisiatif Kementerian Pertanian ini terus dikawal secara komprehensif oleh sekitar 600 tenaga penyuluh pertanian.

"Setiap satu orang petugas penyuluh memiliki tanggung jawab untuk mendampingi para penggarap pada hamparan lahan seluas sepuluh hingga sebelas hektare," ucap Fahmi.

Dia menjelaskan kepastian keberlangsungan proses produksi pangan tersebut ditopang melalui jaminan pasokan pupuk serta penyediaan pestisida guna mengantisipasi potensi kemunculan hama akibat sistem penanaman berjarak sangat dekat.

Fahmi menyatakan kawasan sentra agrikultur di Sambutan, Samarinda dan Samboja di Kutai Kartanegara saat ini telah dipilih sebagai lahan percontohan awal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
    Mending naikin tarif sekalian, minimal tarif ojol 15-20 ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Luar Negeri
Kematian Arsitek Ekonomi Zh...
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.