Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ambisi Adopsi AI di Indonesia Terhambat Kesiapan Digital dan Pengalaman Karyawan

2 Kamis, 02 Jul 2026, 18:33 WIB | Oleh:

Hanya 30 persen responden yang menilai organisasi mereka sangat terbuka mengenai bagaimana AI dan otomatisasi diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Sementara itu, 45 persen menyatakan arahan pimpinan mengenai penggunaan AI masih belum jelas.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan pekerja. Sebanyak 46 persen responden percaya AI berpotensi membuat peran mereka menjadi tidak lagi relevan di masa depan, sedangkan 90 persen menyatakan memiliki kekhawatiran terkait aspek keamanan dalam penggunaan AI.

Menariknya, laporan ini menunjukkan bahwa persoalan bukan semata-mata penolakan terhadap AI. Kurang dari separuh responden, atau 48 persen, masih lebih mempercayai hasil kerja manusia dibandingkan AI.

Menurut Lark, kondisi tersebut menunjukkan bahwa karyawan berada di antara dua ketidakpastian, yakni belum sepenuhnya percaya pada AI sekaligus mulai menyadari keterbatasan sistem kerja manual.

Antusiasme tetap tinggi

Di tengah berbagai tantangan tersebut, minat terhadap AI tetap tinggi. Sebanyak 90 persen responden menyatakan antusias apabila AI dapat mengambil alih pekerjaan rutin sehingga mereka memiliki lebih banyak waktu untuk mengerjakan tugas yang lebih strategis dan kreatif.

Para karyawan juga menginginkan lingkungan kerja dengan perangkat yang lebih sederhana, mendukung kolaborasi lintas bahasa secara real time, serta mampu mengurangi hambatan administratif.

Untuk mewujudkan hal itu, laporan merekomendasikan organisasi memperkuat pelatihan bagi karyawan, terutama terkait keamanan siber, kolaborasi lintas tim, dokumentasi dan standar operasional, serta pemanfaatan AI dalam meningkatkan produktivitas.

Riset tersebut juga menunjukkan bahwa perusahaan yang telah beralih ke platform kerja terpadu memperoleh manfaat nyata. Sebanyak 92 persen melaporkan peningkatan efisiensi operasional, 90 persen mencatat penurunan hambatan komunikasi, dan 83 persen berhasil menghemat biaya operasional.

Olivier menilai keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh kecepatan mengadopsi AI, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan melibatkan karyawan dalam proses perubahan.

"Organisasi yang akan memimpin babak berikutnya dalam transformasi digital bukanlah organisasi yang sekadar paling cepat mengadopsi AI, melainkan organisasi yang mampu membawa karyawannya maju bersama. Potensi AI hanya akan terwujud ketika karyawan merasa dipersiapkan, dilibatkan, dan percaya diri terhadap cara AI diterapkan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Telkom Percepat Adopsi AI d...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.