Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Didorong Perkuat Dialog Publik

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 01:10 WIB | Oleh:
Pemerintah Didorong Perkuat Dialog Publik Doc: istimewa
Ket. Firman Tendry Pengamat Politik - Dialog inklusif diperlukan, bukan hanya merespons secara reaktif setelah demonstrasi membesar.

Jakarta – Pemerintah didorong membangun mekanisme dialog yang lebih inklusif, terbuka, dan responsif dalam menyikapi berbagai aksi demonstrasi yang belakangan berlangsung di sejumlah daerah. Penguatan komunikasi dinilai menjadi langkah penting untuk meredam potensi eskalasi ketegangan sosial sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap proses penyusunan kebijakan.

Seperti dikutip dari Antara, pengamat politik Firman Tendry menilai pemerintah perlu memberikan respons yang cepat, terukur, dan terbuka terhadap berbagai aspirasi masyarakat agar demonstrasi tidak berkembang menjadi konflik sosial yang lebih luas.

"Dialog inklusif diperlukan, bukan hanya merespons secara reaktif setelah demonstrasi membesar," ujar Firman dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (1/7).

Menurut Firman, aksi yang digelar aliansi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil di berbagai kota, termasuk Jakarta dan Surabaya, mencerminkan adanya keresahan masyarakat terhadap beragam persoalan, mulai dari kondisi ekonomi, kebijakan sosial, revisi peraturan perundang-undangan, hingga isu lingkungan dan penegakan hukum. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu dipandang sebagai masukan bagi pemerintah untuk memperbaiki pola komunikasi dengan publik.

Ia menilai transparansi dalam penyusunan maupun pelaksanaan kebijakan, khususnya terkait penganggaran program-program prioritas, menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat. Selain itu, pemerintah juga didorong membuka ruang evaluasi yang lebih luas sehingga aspirasi publik dapat diakomodasi sejak awal proses pengambilan kebijakan.

"Bagi pembuat kebijakan lokal maupun nasional, aksi ini merupakan sinyal kuat bahwa komunikasi kebijakan perlu diperbaiki secara mendasar," ujarnya.

Pemerintah Terbuka

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menegaskan pemerintah terbuka terhadap kritik, saran, maupun masukan dari masyarakat. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto juga memberikan ruang dialog bagi berbagai pihak untuk menyampaikan pandangan terhadap program-program pemerintah.

"Pemerintah akan terbuka, bahkan Bapak Presiden pun akan membuka setiap ada saran dan masukan. Kapan waktunya, setiap saat saya bisa," kata Dudung.

Ia menambahkan masyarakat dapat memanfaatkan layanan pengaduan dan aspirasi yang dikelola KSP sebagai salah satu saluran resmi untuk menyampaikan masukan. KSP, lanjutnya, siap berdialog dengan kelompok masyarakat yang memiliki pandangan berbeda serta mengajak seluruh elemen bangsa membangun Indonesia melalui pendekatan yang konstruktif dan komprehensif.

Ke depan, pemerintah disarankan memperkuat mekanisme dialog publik yang berlangsung secara rutin, meningkatkan transparansi dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, serta memastikan setiap aspirasi masyarakat ditindaklanjuti secara jelas dan akuntabel. Dengan komunikasi yang lebih terbuka dan partisipatif, berbagai perbedaan pandangan diharapkan dapat diselesaikan melalui dialog yang produktif, sehingga stabilitas sosial tetap terjaga tanpa mengurangi ruang demokrasi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Bulog-Pasar Jaya Perkuat Ja...
Nasional
Pemerintah Didorong Perkuat...
Megapolitan
Bensin Jadi Pemicu Utama In...
Luar Negeri
AS Bantu Cari Korban Pascag...

RI Perlu Optimalkan Pengembangan KEK

29 menit yang lalu | Lukman

Nasional
RI Perlu Optimalkan Pengemb...
Menteri UMKM: Ojol Resmi Jadi UMKM

Menteri UMKM: Ojol Resmi Jadi UMKM

01 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.