Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Telkom Akses Bangun Laboratorium Fiber Optik di Wilayah 3T, Perkuat Kompetensi Siswa SMK

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 20:05 WIB | Oleh:
Telkom Akses Bangun Laboratorium Fiber Optik di Wilayah 3T, Perkuat Kompetensi Siswa SMK Doc: Istimewa
Ket. PT Telkom Akses, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, memperkuat komitmennya dalam mendukung pemerataan kualitas sumber daya manusia (SDM) digital melalui pembangunan Laboratorium Fiber Optik di tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

JAKARTA - PT Telkom Akses, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, memperkuat komitmennya dalam mendukung pemerataan kualitas sumber daya manusia (SDM) digital melalui pembangunan Laboratorium Fiber Optik di tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Peresmian laboratorium dilaksanakan secara hybrid pada Jumat (26/6) di SMKN 1 Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara. Kegiatan tersebut juga terhubung dengan SMKN 1 Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, serta SMKN 1 Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Program tersebut merupakan implementasi kerja sama antara Telkom Akses dan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam pengembangan kompetensi pendidikan vokasi di wilayah 3T.

Direktur Human Capital & Information Technology Telkom Akses, Nizar, mengatakan pemerataan kualitas SDM digital menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung transformasi digital nasional. Karena itu, dunia industri dinilai memiliki tanggung jawab untuk turut membangun ekosistem pendidikan vokasi agar menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"Transformasi digital Indonesia tidak akan optimal apabila peningkatan kualitas SDM hanya terpusat di kota-kota besar. Dunia industri memiliki peran penting untuk membantu memperluas akses terhadap pendidikan dan kompetensi, termasuk di wilayah 3T yang masih menghadapi berbagai keterbatasan," ujar Nizar.

Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) tersebut memiliki nilai investasi lebih dari Rp100 juta dan dilaksanakan selama enam bulan. Tiga sekolah yang menjadi penerima manfaat dipilih langsung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yaitu SMKN 1 Tuhemberua, SMKN 1 Kabupaten Kupang, dan SMKN 1 Kabupaten Sorong.

Sebagai bagian dari program, para guru mendapatkan pelatihan intensif selama lima hari yang mencakup berbagai materi, mulai dari konsep dasar fiber optik, instalasi perangkat Integrated Optical Distribution Network (IODN), instalasi jaringan akses, teknik penyambungan serat optik, hingga pengukuran jaringan fiber optik.

Setelah mengikuti pelatihan, seluruh peserta memperoleh Sertifikat Kompetensi Level Basic atau KKNI Level 3. Sertifikasi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para guru untuk mentransfer keterampilan kepada para siswa di sekolah masing-masing.

Selain meningkatkan kompetensi tenaga pengajar, Telkom Akses juga membangun Laboratorium Fiber Optik yang dilengkapi berbagai perangkat simulasi. Fasilitas tersebut mencakup Joint Closure, Optical Distribution Point (ODP), tiang beserta aksesorinya, hingga papan simulasi rumah pelanggan sebagai media praktik siswa.

Seluruh laboratorium dirancang oleh Fiber Academy Telkom Akses melalui kolaborasi berbagai unit perusahaan agar mampu menghadirkan fasilitas pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan industri telekomunikasi saat ini.

"Melalui kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta sekolah vokasi, industri dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan lapangan melalui penyediaan fasilitas praktik, peningkatan kompetensi guru, dan sertifikasi. Dengan demikian, semakin banyak talenta dari berbagai daerah memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan industri digital nasional," kata Nizar.

Program ini diperkirakan memberikan manfaat kepada lebih dari 1.400 siswa di tiga SMK penerima bantuan. Selain memperoleh fasilitas praktik yang lebih representatif, para siswa juga berkesempatan mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di STO Telkom terdekat dengan durasi maksimal enam bulan.

Ke depan, laboratorium yang telah diresmikan diharapkan menjadi pusat pembelajaran berkelanjutan bagi guru maupun siswa, sekaligus memperkuat kesiapan lulusan SMK dalam menghadapi kebutuhan tenaga kerja di sektor telekomunikasi dan industri digital nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Bakom Umumkan Sistem Kelist...
Nasional
DPR Minta Perumnas Jamin Ta...
Desa Sejahtera Astra Kemiren Binaan PT Astra International Tbk  Menjaga Budaya Osing Untuk Menggerakkan Kesejahteraan Desa

Desa Sejahtera Astra Kemiren Binaan PT Astra International Tbk Menjaga Budaya Osing Untuk Menggerakkan Kesejahteraan Desa

02 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.