Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perpusnas Berkomitmen Tingkatkan Literasi Digital Masyarakat di Era Kecerdasan Buatan.

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 19:06 WIB | Oleh:
Perpusnas Berkomitmen Tingkatkan Literasi Digital Masyarakat di Era Kecerdasan Buatan. Doc: Antara Foto
Ket. Sekretaris Utama Perpusnas Joko Santoso (tengah) dalam konferensi pers tentang penyelenggaraan Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-17 di Gedung Perpusnas, Jakarta, Kamis (2/6).

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) berkomitmen terus menumbuhkan budaya informasi yang kritis dan etis di era akal imitasi (AI) dalam rangka peningkatan literasi digital masyarakat.

Sekretaris Utama Perpusnas Joko Santoso mengatakan, perkembangan AI yang semakin pesat telah mengubah cara masyarakat memperoleh, mengelola, memproduksi, dan memanfaatkan informasi. Di tengah perubahan tersebut, penguatan budaya informasi dinilai menjadi fondasi penting agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi dengan lebih bertanggung jawab.

"Perpustakaan tidak cukup hanya menyediakan akses terhadap informasi. Perpustakaan harus mampu menjadi ruang pembelajaran yang membangun kesadaran masyarakat, membentuk perilaku iterasi yang sehat, memperkuat interaksi berbasis pengetahuan, sekaligus menumbuhkan budaya informasi yang kritis, etis, dan bertanggung jawab," ujarnya dalam konferensi pers penyelenggaraan Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-17 di Gedung Perpusnas, Jakarta, Kamis.

Ia mengemukakan, penyelenggaraan KPDI ke-17 dilatarbelakangi semakin tingginya pemanfaatan teknologi digital di Indonesia. Jumlah pengguna internet telah mencapai lebih dari 229 juta jiwa atau sekitar 80,66 persen dari total populasi. Namun, peningkatan akses tersebut belum sepenuhnya diiringi oleh kualitas pemanfaatan informasi.

Hal itu tercermin dari Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Tahun 2025 yang berada pada angka 44,53, sehingga penguatan literasi digital dan budaya informasi perlu terus ditingkatkan. Dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), transformasi digital juga menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional yang mencakup penguatan ekosistem digital, pengembangan talenta digital, serta tata kelola kecerdasan buatan yang etis dan inklusíf.

Menurut Joko, KPDI ke-17 tidak dimaknai sebagai agenda konferensi tahunan semata, tetapi bagian dari arah strategis pengembangan perpustakaan Indonesia yang adaptif terhadap perubahan teknologi, responsif terhadap dinamika masyarakat, serta berorientasi pada penguatan budaya informasi sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Mengangkat tema "Kesadaran, Perilaku, Interaksi, dan Budaya Informasi di Era Kecerdasan Buatan", KPDI ke-17 mengangkat tentang pentingnya penggunaan teknologi yang hanya akan memberikan manfaat apabila didukung oleh masyarakat yang memiliki kemampuan mengakses, mengevaluasi, memverifikasi, serta memanfaatkan pembelajaran sepanjang hayat.

"Tema ini mencerminkan keyakinan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi tetapi juga oleh kesiapan manusia dalam mengelola informasi secara cerdas, bijaksana dan beretika," tuturnya.

Konferensi ini terbuka bagi pembuat kebijakan di tingkat pusat maupun daerah, akademisi. peneliti, pustakawan, pengelola perpustakaan, praktisi teknologi informasi, pelaku Corporate Social Responsibility (CSR), mahasiswa, komunitas, serta masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pengembangan perpustakaan digital dan literasi informasi.

Joko mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun budaya informasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

"Kami percaya bahwa penguatan budaya informasi tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar perpustakaan semakin mampu menjawab tantangan zaman," tuturnya.

Melalui penyelenggaraan KPDI ke-17, Perpusnas bersama Forum Perpustakaan Digital Indonesia dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta selaku tuan rumah penyelenggara berharap konferensi ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi nasional, memperluas jejaring pengetahuan, menghasilkan rekomendasi kebijakan, serta mendorong lahirnya inovasi layanan perpustakaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Penggerebekan Bandar Narkob...
Rona
Waooww…Pemprov Jakarta Bi...
Nasional
DPR RI Tekankan Penguatan K...
Ekonomi
Mulai 1 Agustus Marketplace...
Desa Sejahtera Astra Kemiren Binaan PT Astra International Tbk  Menjaga Budaya Osing Untuk Menggerakkan Kesejahteraan Desa

Desa Sejahtera Astra Kemiren Binaan PT Astra International Tbk Menjaga Budaya Osing Untuk Menggerakkan Kesejahteraan Desa

02 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.