Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menko PM Sebut Ekonomi Kreatif Nasional Tak Boleh Terkonsentrasi

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 18:47 WIB | Oleh:
Menko PM Sebut Ekonomi Kreatif Nasional Tak Boleh Terkonsentrasi Doc: Dokumentasi Humas Kemenko PM

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, menegaskan pengembangan ekonomi kreatif nasional harus dilakukan secara merata dan tidak hanya terpusat di Pulau Jawa dan Bali. Karena itu, pemerintah akan memanfaatkan hasil Sensus Ekonomi 2026 untuk memetakan potensi ekonomi kreatif di berbagai daerah.

“Potensi ekonomi kreatif masih terkonsentrasi di Bali dan Jawa. Daerah-daerah lain harus dikejar dan digali sejauh mana potensinya serta mendapatkan dukungan,” kata Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers tertulis, Kamis (2/7).

Muhaimin menjelaskan subsektor kuliner masih menjadi tulang punggung ekonomi kreatif nasional. Sementara itu, sektor film, musik, dan berbagai subsektor kreatif lainnya terus berkembang seiring kemajuan teknologi informasi.

Meski demikian, menurutnya, pertumbuhan ekonomi kreatif masih didominasi wilayah Jawa dan Bali. Karena itu, pemerintah mendorong pengembangan desa kreatif sebagai strategi memperluas pemerataan ekonomi kreatif hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

“Kita dukung rencana desa kreatif. Hal tersebut dilakukan agar percepatan perhatian kepada ekonomi kreatif merata di seluruh tanah air kita,” ujar dia.

Ia mengatakan setiap pelaku ekonomi kreatif memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Oleh sebab itu, kebijakan pemberdayaan harus disusun berdasarkan data yang akurat agar program pemerintah sesuai dengan kondisi di lapangan.

Menurut dia, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi investasi jangka panjang bagi pemerintah dalam memetakan potensi ekonomi kreatif secara lebih mendalam. Data tersebut juga akan menjadi landasan penyusunan kebijakan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Muhaimin mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas ekonomi kreatif, akademisi, dan masyarakat berpartisipasi aktif menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Ia optimistis kolaborasi seluruh pemangku kepentingan akan mendorong pemerataan ekonomi kreatif sekaligus menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mari kita kawal sensus ekonomi sampai selesai. Inilah langkah kita semua yang konkret agar lebih cepat menuju bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera,” kata Muhaimin. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.