Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Lagi Jual Bahan Mentah, Kementan Dorong Lidah Buaya Pontianak Naik Kelas

📅 Minggu, 28 Jun 2026, 18:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Lagi Jual Bahan Mentah, Kementan Dorong Lidah Buaya Pontianak Naik Kelas Doc: FOTO/ ANTARA-Teguh Imam Wibowo
Ket. Ilustrasi-Petani aloevera atau lidah buaya di Pontianak, Kalbar.

PONTIANAK – Budidaya lidah buaya memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan karena didukung permintaan yang terus meningkat dari industri pangan, kosmetik, farmasi, hingga produk kesehatan.

Selain relatif mudah dibudidayakan dan tahan terhadap kondisi lahan kering, komoditas ini juga menawarkan nilai tambah yang lebih tinggi apabila diolah menjadi produk turunan.

Penguatan hilirisasi, standar mutu, dan akses pasar menjadi faktor penting agar budidaya lidah buaya mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.

Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong optimalisasi budidaya lidah buaya (Aloevera) sebagai komoditas unggulan daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat melalui penguatan produksi, hilirisasi, dan perluasan pasar.

"Kegiatan panen raya dan peninjauan langsung di lahan pertanian lidah buaya ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mengembalikan kejayaan komoditas tersebut. Pontianak memiliki karakteristik lahan yang sangat mendukung pertumbuhan lidah buaya berkualitas ekspor. Potensi ini harus terus dikembangkan," kata Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia Sudaryono saat melakukan panen raya lidah buaya di Pontianak usai melantik Pengurus DPD HKTI Kalimantan Barat, Minggu (28/6).

Sudaryono mengatakan Kota Pontianak memiliki potensi besar dalam pengembangan lidah buaya karena didukung karakteristik lahan yang cocok untuk menghasilkan produk berkualitas ekspor.

Menurut dia, penguatan sektor budidaya tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus diarahkan pada pengembangan industri pengolahan agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi bagi petani dan pelaku usaha lokal.

Ia menegaskan pemerintah berkomitmen mendorong komoditas unggulan daerah agar mampu menjadi bagian dari pembangunan pertanian berkelanjutan yang berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kalbar mengatakan lidah buaya merupakan salah satu identitas pertanian Kota Pontianak yang perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan.

"Lidah buaya telah menjadi salah satu identitas pertanian Pontianak. Karena itu, kita harus bersama-sama mengembalikan kejayaannya melalui peningkatan produksi, pengembangan industri pengolahan, dan perluasan pasar," ujar Norsan.

Ia menjelaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat saat ini terus mendorong program hilirisasi produk lidah buaya agar tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang mampu meningkatkan pendapatan petani dan pelaku usaha.

Menurut Norsan, pengembangan komoditas lidah buaya juga menjadi bagian dari strategi memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi unggulan daerah yang selama ini telah dikenal luas oleh masyarakat.

"Saya optimistis sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dapat mengembalikan kejayaan lidah buaya sebagai salah satu kekuatan ekonomi Kalimantan Barat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut," kata Norsan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

AS Undang Putin Hadiri KTT G20 di Klub Golf Trump

21 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
AS Undang Putin Hadiri KTT ...
Olahraga
Thailand Berambisi Besar Ju...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.