Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setelah 1.120 Hektare Terdampak Karhutla Bromo Akhirnya Terkendali

3 Jumat, 14 Agu 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Setelah 1.120 Hektare Terdampak Karhutla Bromo Akhirnya Terkendali Setelah 1.120 Hektare Terdampak Karhutla Bromo Akhirnya Terkendali Doc: Istimewa
Ket. Kawasan yang terdampak tersebar di empat kabupaten, yakni Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang.

PROBOLINGGO - Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, telah berhasil dikendalikan setelah ratusan petugas gabungan melakukan pemadaman di sejumlah titik api di wilayah Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan.

Dikutip dari Antara, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, berdasarkan laporan petugas di lapangan, tidak lagi terlihat titik api hingga Kamis malam.

"Alhamdulillah berdasarkan informasi dari petugas yang berada di lokasi, sudah tidak terlihat titik api. Tapi, petugas akan tetap memantau keesokan harinya."

Meski titik api sudah tidak terlihat, petugas masih melakukan pendinginan di sejumlah lokasi untuk mencegah munculnya kembali api.

Petugas juga membuat sekat bakar untuk membatasi kemungkinan penyebaran api ke kawasan lain.

"Mudah-mudahan semuanya sudah padam dan tidak ada lagi titik api baru karena semua petugas gabungan berjibaku tanpa henti memadamkan karhutla. Petugas juga membuat sekat bakar untuk mencegah meluasnya titik api."

Operasi pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara.

Tim darat diterjunkan langsung ke sejumlah titik kebakaran, sementara operasi udara didukung helikopter water bombing untuk melakukan pemadaman dan pembasahan kawasan yang terdampak.

Tiga helikopter dikerahkan untuk menangani dua lokasi, yakni kawasan P30 di Kabupaten Probolinggo dan Pusung, Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan.

Sejumlah peralatan juga digunakan dalam operasi tersebut, antara lain enam unit mobil pemadam kebakaran, satu unit water drone BNPB, tiga helikopter water bombing, 70 sepeda motor trail, lima kendaraan double cabin, serta peralatan pemadaman manual.

Selain pemadaman, petugas melakukan patroli darat dan pemantauan udara untuk mendeteksi titik api maupun titik panas.

Pemantauan juga menggunakan Sistem Monitoring Hutan dan Lahan atau SIPONGI guna mendeteksi titik panas dan mengantisipasi munculnya titik api baru.

Oemar mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di sekitar kawasan hutan.

"Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap di sekitar kawasan hutan."

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, luas kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru atau TNBTS yang terbakar mencapai sekitar 1.120 hektare.

Kawasan yang terdampak tersebar di empat kabupaten, yakni Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Serangan Siber Ganggu Siste...

Stok Cadangan Beras Nasional Capai 4,5 Juta Ton

23 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Stok Cadangan Beras Nasiona...

Uji Publik Calon Anggota KND

46 menit yang lalu | Ones

Nasional
Uji Publik Calon Anggota KND

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Pemerintah Siapkan Stimulus...
Ekonomi
Perkembangan Inflasi Indone...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.