Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kapal Perintis, Hidupkan Harapan Besar Warga Pulau Sabutung Pangkep, Sulsel

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 05:20 WIB | Oleh:
Kapal Perintis, Hidupkan Harapan Besar Warga Pulau Sabutung Pangkep, Sulsel Doc: antara foto
Ket. Kapal perinting untuk warga Pulau Sabutung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

MAKASSAR - Pancaran sinar keemasan di ufuk timur menyertai aktivitas warga Pulau Sabutung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, yang bergegas ke dermaga untuk naik ke kapal perintis.

Dari total jumlah penduduk Pulau Sabutung yang tercatat 1.453 jiwa itu, sebagian menuju daratan untuk berdagang, mengurus administrasi, memenuhi kebutuhan sehari-hari, atau menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Di antara mereka terdapat Haedar, guru Sekolah Pesantren Kelautan Perak di Pulau Sabutung. Baginya, laut bukan hanya bentangan air yang memisahkan pulau tempatnya mengajar dengan pusat pemerintahan di daratan. 

Laut adalah bagian dari rutinitas yang harus dilaluinya ketika bolak-balik menuju daratan di Kabupaten Pangkep.

Kehadiran kapal perintis milik PT ASDP Indonesia Ferry Regional 4 sejak 23 Januari 2023 membuat perjalanan warga terasa lebih mudah.

Bagi Haedar, kapal itu bukan sekadar alat transportasi, melainkan jembatan yang menghubungkan tugasnya sebagai guru dengan kehidupan di daratan.

"Kalau naik kapal perintis tarifnya sangat terjangkau, sekitar Rp21 ribu per orang. Kalau membawa motor hanya tambah Rp5 ribu. Ini sangat membantu kami yang sering bolak-balik ke kota Kabupaten Pangkep," kata Haedar.

Tarif tersebut, jauh lebih ringan dibandingkan jika harus menyewa kapal kayu atau kapal nelayan. Untuk sekali perjalanan, warga dapat mengeluarkan biaya sekitar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per orang.

Bagi masyarakat pulau, selisih biaya itu bukan perkara kecil. Transportasi merupakan kebutuhan yang harus dikeluarkan berulang kali, terutama bagi mereka yang pekerjaannya menuntut mobilitas antara pulau dan daratan.

Karena itu, kehadiran kapal perintis memberikan ruang bernapas bagi warga. Guru dapat menjalankan tugasnya, PNS dapat mengurus pekerjaan pemerintahan, pedagang dapat membawa barang dagangan, sementara masyarakat umum bisa lebih mudah memenuhi berbagai kebutuhan.

Hanya saja, bagi Haedar, persoalan tarif bukan satu-satunya alasan kapal perintis begitu penting, karena ada persoalan keamanan perjalanan yang jauh lebih penting.

Pasalnya, hidup di kepulauan membuat masyarakat Sabutung akrab dengan perubahan cuaca. Ketika angin menguat dan gelombang meninggi, perjalanan menggunakan kapal kayu atau kapal nelayan menjadi tantangan tersendiri.

Dalam kondisi seperti itu, Haedar merasa lebih tenang menggunakan kapal perintis.

Bagi dia, kalau menghadapi kondisi cuaca ekstrem, kapal perintis jauh lebih aman dibandingkan kapal kayu atau kapal nelayan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

AS Undang Putin Hadiri KTT G20 di Klub Golf Trump

36 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
AS Undang Putin Hadiri KTT ...
Olahraga
Thailand Berambisi Besar Ju...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.