Penerbangan Hadapi Ancaman Asap Karhutla, Kemenhub Pastikan Keselamatan Nomor Satu
📅 Kamis, 24 Sep 2026, 05:01 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoJAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan keselamatan penerbangan menjadi hal prioritas di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meski ratusan penerbangan terdampak penurunan jarak pandang di sejumlah wilayah Kalimantan.
“Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa terkonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan sektor penerbangan terkait dampak karhutla terhadap keselamatan dan operasional penerbangan di sejumlah wilayah Kalimantan.
Lukman mengatakan kondisi asap akibat karhutla dapat mempengaruhi jarak pandang di sekitar bandar udara sehingga berdampak terhadap kelancaran operasional penerbangan.
"Dalam kondisi tersebut, aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional penerbangan," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menuturkan apabila kondisi jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional, maka penerbangan dapat mengalami keterlambatan, penundaan, pembatalan, maupun pengalihan sesuai hasil evaluasi kondisi di lapangan dan pertimbangan keselamatan.
Berdasarkan hasil pemantauan dan koordinasi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara, penyelenggara bandar udara, penyedia pelayanan navigasi penerbangan, operator penerbangan, serta instansi terkait selama periode 14–20 September 2026, tercatat 409 penerbangan terdampak di wilayah kerja Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 141 penerbangan mengalami keterlambatan (delay), 254 penerbangan dibatalkan atau ditunda (cancelled/postponed), dan 14 penerbangan dialihkan (divert).
Jumlah penerbangan terdampak tersebut meningkat dibandingkan periode 7–13 September 2026 yang mencatat 159 penerbangan terdampak. Kondisi ini antara lain dipengaruhi oleh menurunnya jarak pandang akibat asap karhutla.
Secara kewilayahan, Kalimantan Tengah mencatat dampak tertinggi dengan 201 penerbangan terdampak, terdiri atas 79 delay, 121 cancelled/postponed, dan 1 diverted.
Selanjutnya, Kalimantan Timur mencatat 138 penerbangan terdampak, terdiri atas 48 delay, 77 cancelled/postponed, dan 13 diverted. Sementara Kalimantan Utara mencatat 70 penerbangan terdampak, terdiri atas 14 delay dan 56 cancelled/postponed.
Kondisi jarak pandang terendah selama periode tersebut tercatat mencapai 50 meter di beberapa bandar udara, antara lain Bandara Tjilik Riwut, Bandara Iskandar, Bandara Haji Muhammad Sidik, dan Bandara A.P.T. Pranoto.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi operasional penerbangan karena setiap penerbangan harus memenuhi ketentuan keselamatan dan batas minimum operasional yang berlaku.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan pada 21 September 2026, dampak kondisi asap Karhutla juga terjadi di sejumlah bandar udara di Kalimantan Barat oleh Kantor Otoritas Bandara Wilayah I Kelas Utama.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!