Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg, Pemprov Sulawesi Tenggara Gelar Pasar Murah

📅 Sabtu, 27 Jun 2026, 11:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg, Pemprov Sulawesi Tenggara Gelar Pasar Murah Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Pengawasan pendistribusian LPG 3 kilogram.

KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar pasar murah LPG 3 kilogram (kg) guna mengatasi kelangkaan gas di masyarakat.

Kepala Disperindag Sultra, Sukanto Toding, saat ditemui di Kendari, Sabtu (27/6), mengatakan operasi pasar murah ini dilaksanakan bersama PT Pertamina Patra Niaga agar menyediakan gas LPG untuk masyarakat sesuai harga eceran tertinggi (HET).

"Kami minta Pertamina menyediakan 560 tabung dan diberikan ke masyarakat sesuai harga HET," katanya.

Dia menyebutkan bahwa operasi pasar tersebut juga dilakukan bukan hanya untuk mengatasi keterbatasan stok LPG 3 kg, tetapi juga karena terdapat kios-kios eceran yang menaikkan harga secara sepihak.

"Jadi, di kegiatan itu kami sekaligus sosialisasikan ke masyarakat kalau membeli gas LPG ke pangkalan resmi, bukan ke pengecer," ujarnya.

Sukanto mengungkapkan pemilik kios eceran menaikkan harga karena bukan mitra Pertamina, sehingga pendistribusian gas LPG sulit diawasi Disperindag Sultra.

Dari hasil pengawasan terdapat gas LPG yang dijual senilai Rp60 ribu sampai Rp70 ribu per tabung.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya meminta pangkalan lebih mengutamakan kebutuhan gas LPG di masyarakat guna menjaga kestabilan harga.

"Kami juga mengimbau agar pangkalan untuk menyalurkan dulu LPG ke masyarakat sekitar ketimbang pengecer supaya meringankan kebutuhan warga," ungkap Sukanto.

Sementara itu, Kepala bidang perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Disperindag Sultra Andi Sakia menambahkan selama operasi pasar ini, LPG murah disediakan 560 tabung.

Bagi warga yang akan membeli atau menukar tabung gas LPG cukup membawa kartu keluarga (KK) untuk diverifikasi dan diberikan nomor urut antrean oleh petugas Disperindag Sultra.

Ia menjelaskan verifikasi ini untuk memastikan warga yang membeli layak, juga mencegah masyarakat membeli lebih dari satu kali.

"Karena kami siapkan satu gas LPG untuk satu KK, supaya distribusinya merata. Kalau yang sudah terverikasi KK-nya ketika membeli lagi besoknya ada tanda di aplikasi," jelas Andi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Megapolitan
Kebakaran Melanda Kebayoran...
Ekonomi
 Petani Gunakan Plastik Mul...

Erdogan Minta Hak Veto DK PBB Dihapus Total

52 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Erdogan Minta Hak Veto DK P...
Luar Negeri
Kenapa Indonesia Berharap C...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.