Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wapadai Lonjakan Harga, DPR Dorong Pemerintah Perbanyak Pasar Murah

📅 Senin, 16 Mar 2026, 15:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi
 Wapadai Lonjakan Harga, DPR Dorong Pemerintah Perbanyak Pasar Murah Doc: Antara
Ket. Aktivitas pasar murah

JAKARTA-Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv meminta pemerintah memperbanyak program pasar murah untuk menekan kenaikan harga bahan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ia menilai ketersediaan pangan nasional, khususnya sembilan komoditas strategis, masih dalam kondisi aman hingga periode setelah Lebaran. 

Namun, ia mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai potensi lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan masyarakat. “Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional sampai Minggu (15/3) pagi, harga daging sapi kualitas I di tingkat pedagang eceran nasional melebihi HAP dan mencapai Rp146.600 per kilogram,” kata Rajiv di Jakarta, Senin (16/3).

Ia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, harga acuan penjualan (HAP) daging sapi segar atau chilled di tingkat konsumen ditetapkan Rp130.000 per kilogram untuk paha depan dan Rp140.000 per kilogram untuk paha belakang.

Menurut Rajiv, harga yang melampaui batas acuan tersebut perlu segera direspons karena dapat mengindikasikan adanya peningkatan permintaan, kendala distribusi, disparitas pasokan antardaerah, atau margin perdagangan yang terlalu tinggi.

“Lonjakan harga daging yang melewati acuan Rp130.000–Rp140.000 per kilogram tersebut harus dibaca sebagai sinyal adanya kenaikan demand (permintaan) persoalan distribusi, disparitas pasokan antardaerah, atau margin perdagangan yang berlebihan,” ujarnya.

Ia menilai pemerintah tidak boleh menganggap kenaikan harga tersebut sebagai kondisi yang wajar, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika konsumsi masyarakat meningkat.

“Saya mendorong gerakan pasar murah diperbanyak, karena ini menjadi salah satu solusi cepat untuk mengendalikan harga-harga yang beranjak naik menjelang Lebaran,” tegasnya.

Rajiv juga meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan pangan nasional karena pemerintah telah memiliki cadangan yang cukup. “Masyarakat jangan khawatir, sejauh ini cadangan pangan kita cukup berlimpah. Bahkan saat ini neraca pangan sembilan komoditas strategis kita hingga April 2026 dalam kondisi surplus,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah agar tetap menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi pangan setelah Lebaran agar masyarakat tidak menghadapi beban harga yang lebih tinggi di pasar.

Rajiv menambahkan Komisi IV akan terus mengawal kebijakan pangan nasional agar stabilitas pasokan dan harga tidak hanya terlihat dalam neraca nasional, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat di pasar-pasar tradisional. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.