Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Desa Didorong Jadi Pionir Ekonomi Sirkular

📅 Kamis, 18 Des 2025, 01:30 WIB | Oleh:
Desa Didorong Jadi Pionir Ekonomi Sirkular Doc: istimewa
Ket. Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT)

Jakarta - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mendorong desa-desa di Indonesia menjadi pionir penerapan ekonomi sirkular nasional sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.

"Ekonomi sirkular merupakan model ekonomi yang bertujuan untuk meminimalkan limbah dan memaksimalkan penggunaan sumber daya dengan cara daur ulang, penggunaan ulang, dan regenerasi sistem alam. Di desa konsep ini sangat relevan," kata Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) Ahli Utama Kemendes PDT Anto Pribadi dalam webinar bertajuk "Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Teknologi Ramah Lingkungan dan Inovasi Berkelanjutan" di Jakarta, Rabu (17/12).

Seperti dikutip dari Antara, Anto kemudian mengatakan bahwa desa memiliki posisi strategis dalam penerapan ekonomi sirkular karena ketersediaan sumber daya alam lokal serta aktivitas ekonomi desa yang menghasilkan limbah organik dan anorganik yang dapat diolah kembali.

“Dengan pendekatan partisipatif, teknologi tepat guna, serta dukungan kebijakan melalui dana desa dan peraturan desa, desa dapat menjadi pionir ekonomi sirkular yang meningkatkan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” kata dia.

Anton mengatakan bahwa upaya tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan nasional 2025–2029 yang menargetkan percepatan pembangunan ekonomi inklusif dan transformasi pengelolaan sumber daya berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pada saat ini di tingkat global, perkembangan ekonomi sirkular masih belum optimal.

“Di tingkat global, konsep ekonomi sirkular telah menjadi pijakan penting bagi pembangunan yang berkelanjutan, namun tingkat ekonomi global saat ini baru mencapai 7,2 persen sirkular,” kata dia.

Data tersebut, ucap dia melanjutkan, menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen aktivitas ekonomi dunia masih bergantung pada sumber daya baru. Dengan demikian, diperlukan transformasi menuju pengelolaan sumber daya yang lebih berkelanjutan.

Sejalan dengan kondisi itu, Anto pun mendorong setiap desa di tanah air untuk mulai mengembangkan ekonomi sirkular. Langkah itu diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Melalui transformasi tersebut, harapannya pertumbuhan ekonomi mampu tumbuh menjadi 8 persen di  2029," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.