Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes Minta RSUP Ngoerah Ubah Pola Pikir Tenaga Kesehatan

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 15:57 WIB | Oleh:
Kemenkes Minta RSUP Ngoerah Ubah Pola Pikir Tenaga Kesehatan Doc: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari
Ket. Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha cek kesiapan RSUP Prof Ngoerah dalam reformasi pelayanan melalui Implementasi RBKP di Denpasar, Rabu (12/8).

DENPASAR -- Kementerian Kesehatan meminta RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar mengubah pola pikir tenaga kesehatan dan manajemen untuk mendukung reformasi pelayanan kesehatan serta digitalisasi rumah sakit.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan perubahan pola pikir diperlukan agar tenaga kesehatan dan manajemen siap menghadapi dampak reformasi pelayanan kesehatan.

"Secara garis besar sebenarnya lebih kepada bagaimana kita harus mengubah pola pikir, mindset perubahan, karena reformasi itu pasti akan ada dampaknya, dan dampak itu harus disiapkan solusi untuk mencegahnya, kebanyakan dari pelayanannya," kata Kunta Wibawa di Denpasar, Rabu.

Pernyataan itu disampaikan saat tim Kementerian Kesehatan melakukan kunjungan lapangan terkait Implementasi Rujukan Berbasis Kompetensi Pelayanan (RBKP) dan Indonesia Diagnosis Related Groups di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah.

Menurut Kunta, selain penguatan sistem teknologi informasi secara menyeluruh pada rumah sakit yang menerapkan RBKP, pembenahan aspek pelayanan dan kesiapan tenaga kesehatan juga penting.

"Pertama dari tenaga kesehatan, tenaga medis, untuk melakukan coding dan juga record dari pasien itu dengan lebih baik," ujarnya.

Setelah tenaga kesehatan dan manajemen memiliki pola pikir yang sama, rumah sakit perlu mengintegrasikan seluruh lini pelayanan dalam satu sistem teknologi informasi yang menyeluruh.

Kunta menjelaskan sistem tersebut harus mencakup seluruh proses pelayanan, mulai dari pasien masuk, pemeriksaan di laboratorium dan radiologi, pemberian obat, hingga pasien pulang dan pemantauan proses pemulihan.

"Itu semua terlibat di dalam satu aplikasi dan sistem, sampai nanti dia dapat obat, pulang dan dimonitor sampai dia sembuh," katanya.

Menurut dia, rumah sakit juga memiliki tiga fungsi, yakni pelayanan, pendidikan, dan penelitian, yang perlu didukung sistem informasi terintegrasi.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Kebijakan Umum Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Mickael Bobby Hoelman mengatakan kesiapan sistem digital rumah sakit menjadi salah satu faktor penting dalam transformasi pelayanan kesehatan.

Memasuki dekade kedua pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), DJSN menilai transformasi pelayanan kesehatan tingkat lanjutan, termasuk pada fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL), mendesak dilakukan untuk memastikan mutu pelayanan yang berkeadilan.

"Transformasi pelayanan lanjutan menjadi penting untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin bermutu, adil, dan berkeadilan, terutama juga khususnya dari perspektif DJSN bagi para pesertanya," kata Mickael.

Ia mengatakan setiap hari terdapat 1,9 juta pelayanan kesehatan bagi peserta JKN. Dari jumlah tersebut, sekitar 442.000 pelayanan atau 23 persen merupakan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan yang diberikan lebih dari 3.200 FKRTL di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.