Pemerintah Amerika Serikat Digugat Alibaba, Tuntut Dikeluarkan dari 'Daftar Hitam' Pentagon
📅 Jumat, 26 Jun 2026, 14:06 WIB | Oleh: OpikJAKARTA - Perusahaan raksasa perdagangan elektronik Tiongkok, Alibaba, menggugat pemerintah Amerika Serikat setelah Departemen Pertahanan Amerika Serikat memasukkannya ke dalam daftar perusahaan yang diduga memiliki keterkaitan dengan militer Tiongkok.
Publikasi teknologi Engadget pada Rabu (24/6) mengutip laporan Bloomberg dan BBC yang menyebutkan bahwa Alibaba mengajukan gugatan supaya dikeluarkan dari "daftar hitam" Pentagon.
Alibaba menilai pencantuman nama perusahaan dalam daftar 1260H Departemen Pertahanan Amerika Serikat tidak memiliki dasar hukum maupun fakta serta melanggar hak kebebasan berbicara dan proses hukum yang semestinya.
Departemen Pertahanan Amerika Serikat menyebut Alibaba sebagai pihak yang berkontribusi dalam integrasi sipil dan militer yang mendukung industri pertahanan Tiongkok karena hubungan regulasinya dengan pemerintah Tiongkok.
Departemen Pertahanan Amerika Serikat awal bulan ini merilis pembaruan daftar 1260H, yang mencakup perusahaan layanan internet Tiongkok, Baidu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perusahaan-perusahaan yang dimasukkan ke dalam daftar tersebut tidak secara otomatis dikenai sanksi.
Namun, Departemen Pertahanan Amerika Serikat tidak dapat lagi menjalin kerja sama bisnis maupun menggunakan produk dan layanan dari perusahaan-perusahaan dalam daftar 1260H sekalipun melalui pihak ketiga.
Selain itu, perusahaan-perusahaan lain bisa menghindari kerja sama dengan perusahaan dalam daftar tersebut karena khawatir menghadapi pembatasan dagang atau konsekuensi lain dari pemerintah Amerika Serikat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Alibaba menyatakan bahwa pemasukan nama perusahaan ke dalam daftar 1260H juga menghambat upaya perusahaan menyewa firma hukum untuk membantu mereka menggugat penetapan tersebut.
Alibaba tampaknya telah berupaya berdialog dengan pemerintah Amerika Serikat sejak Februari lalu, ketika Pentagon menerbitkan dan kemudian menarik kembali daftar yang mencantumkan nama perusahaan itu.
Menurut laporan Bloomberg, Alibaba telah menyerahkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa perusahaan tidak mendukung aktivitas militer Tiongkok, tetapi Departemen Pertahanan Amerika Serikat tidak menyampaikan tanggapan.
Alibaba membantah ada anggota dewan direksinya yang memiliki afiliasi militer dan menegaskan bahwa platformnya dikembangkan untuk kebutuhan perdagangan elektronik serta komputasi awan, bukan untuk operasi militer maupun intelijen.
"Alibaba bukan perusahaan militer Tiongkok dan bukan bagian dari strategi integrasi sipil-militer apa pun," kata perusahaan kepada BBC.
Perusahaan menyebut keputusan Pentagon memasukkan Alibaba ke dalam daftar 1260H sebagai tindakan yang sewenang-wenang dan tidak beralasan, karena itu mengajukan gugatan supaya namanya dihapus dari daftar tersebut. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!