Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Cuma Kembangkan AI, AS Kini Fokus Awasi Keamanannya

📅 Minggu, 19 Jul 2026, 09:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Cuma Kembangkan AI, AS Kini Fokus Awasi Keamanannya Doc: Istimewa/ foto: OpenAI
Ket. Ilustrasi - Pusat data baru OpenAI, Oracle, dan SoftBank

MOSKOW – Rencana Amerika Serikat (AS) membentuk badan khusus untuk mengevaluasi keamanan kecerdasan buatan (AI) menunjukkan bahwa perkembangan teknologi kini tak lagi hanya mengejar inovasi, tetapi juga aspek keamanan dan akuntabilitas.

Kehadiran lembaga ini diharapkan dapat memastikan sistem AI yang digunakan pemerintah maupun sektor swasta memenuhi standar keamanan, transparansi, dan tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus mencerminkan tren global, di mana regulasi AI mulai dipandang sama pentingnya dengan pengembangan teknologinya agar manfaat AI dapat dinikmati tanpa mengorbankan kepentingan publik.

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang menjajaki kemungkinan pembentukan badan pengatur independen untuk meninjau keamanan model kecerdasan buatan (AI), menurut laporan Bloomberg.

Rencana tersebut disusun setelah para eksekutif di Silicon Valley menyatakan ketidakpuasan mereka terhadap sejumlah langkah mendadak, yang baru-baru ini diambil AS, untuk memperlambat adopsi sistem AI canggih, kata laporan tersebut, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (18/7).

Menurut beberapa sumber, badan pengawas independen itu, yang akan serupa dengan Financial Industry Regulatory Authority (FINRA), akan berada di bawah naungan Komisi Sekuritas dan Bursa AS. Rencana yang sedang dikembangkan bersama dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent itu saat ini sedang ditinjau oleh Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles.

Seorang sumber mengatakan Trump belum meninjau rencana tersebut.

Mekanisme baru itu akan memungkinkan perwakilan dari kedua industri tersebut untuk memainkan peran lebih signifikan dalam pengembangan bersama standar keamanan AI.

Pada akhir Juni lalu, pengembang AI Anthropic mengumumkan bahwa Pemerintah AS telah memulihkan akses ke model AI terkuatnya, yakni Mythos 5, terhadap beberapa lembaga keamanan AS.

Sebelumnya, AS memblokir akses ke model Mythos 5 dan Fable 5 milik perusahaan tersebut bagi pemerintah dan warga negara asing atas pertimbangan keamanan nasional.

Kecerdasan buatan merupakan elemen kunci dalam agenda Presiden Donald Trump untuk mempertahankan keunggulan posisi AS di bidang teknologi, memastikan daya saing ekonomi, serta memperkuat keamanan nasional.

Amerika Serikat masih menjadi salah satu pusat utama perkembangan kecerdasan buatan (AI) di dunia. Inovasi AI didorong oleh perusahaan-perusahaan teknologi besar, startup, universitas, hingga lembaga riset yang terus mengembangkan teknologi untuk berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, industri, keuangan, hingga pertahanan.

Dalam beberapa tahun terakhir, fokus pengembangan AI tidak hanya pada kemampuan teknologinya, tetapi juga pada aspek keamanan, etika, dan tata kelola.

Pemerintah AS pun semakin aktif menyusun regulasi dan standar penggunaan AI agar inovasi tetap berkembang, namun risiko seperti penyalahgunaan data, disinformasi, hingga ancaman keamanan siber dapat diminimalkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.