Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Industri Pengolahan Penopang Kinerja Ekspor Jakarta, Inflasi Turun

📅 Senin, 04 Mei 2026, 18:02 WIB | Oleh:
Industri Pengolahan Penopang Kinerja Ekspor Jakarta, Inflasi Turun Doc: ist
Ket. kinerja ekspor

JAKARTA – Total nilai ekspor menurut sektor bulan Maret lalu dipicu oleh kinerja sektor industri pengolahan. Sektor ini bukan hanya menjadi penyumbang pangsa pasar (share) terbesar bagi struktur ekspor Jakarta, tetapi juga menjadi tulang punggung pertumbuhan ini.

Secara spesifik nilai ekspor di sektor industri pengolahan mengalami kenaikan tahunan sebesar 19,21 persen Maret 2026, dengan nilai yang meningkat signifikan dari 1,3 miliar dolar AS Maret 2026 menjadi 1,59 miliar dolar AS pada Maret 2026. "Ini menunjukkan kuatnya fundamental ekonomi Jakarta yang berbasis manufaktur," kata Kadarmanto.

Meski kondisi global dan nasional tengah dalam tekanan, Jakarta mampu mengekspor 1,63 miliar dollar AS. Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta mencatat total nilai ekspor Jakarta tersebut adalah selama Maret 2026. Ini tumbuh solid sebesar 17,28 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Pertumbuhan kinerja ekspor utamanya didorong oleh naiknya nilai ekspor di sektor migas dan non-migas masing-masing sebesar 178,99 persen dan 16,89 persen," kata Kepala BPS Jakarta, Kadarmanto di Jakarta, Senin.

Adapun secara kumulatif sepanjang kuartal pertama tahun ini, total nilai ekspor Jakarta mencapai 4,52 miliar dolar AS, tumbuh positif sebesar 4,90 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Menurut sektor, struktur ekspor Jakarta masih sangat bergantung pada industri pengolahan yang memegang kendali mutlak dengan pangsa kumulatif mencapai 97,73 persen.

"Secara nilai, industri pengolahan tumbuh sebesar 6,65 persen dibandingkan Januari sampai dengan Maret 2025," ujar Kadarmanto. Kondisi berbeda terlihat pada sektor pertanian serta pertambangan dan lainnya yang justru mengalami kontraksi tajam masing-masing menurun sebesar 51,81 persen dan 84,84 persen.

Sementara itu,   tingkat inflasi tahunan Jakarta April ini sebesar 2,12 persen. Angka ini lebih rendah 1,25 persen dari bulan yang sama tahun lalu, 3,37 persen. "Penurunan signifikan inflasi tahunan bulan April. Salah satunya dipengaruhi tidak adanya lagi low-base effect akibat kembali normalnya tarif listrik pascadiskon pada Maret 2026," jelas Kadarmanto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.