Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Tertinggal Jauh dalam Teknologi Kuantum, Kalah dari Negara Tetangga

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 10:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi

"Kalau kita mau naik kelas, fokusnya harus geser. Jangan hanya urus hulu komoditas, tapi mulai masuk ke teknologi inti. Kuantum ini salah satu pintunya," pungkasnya.

Komputasi Kuantum Ubah Peta Ekonomi Global

Senada, Ketua Jogja Startup Foundation, Anggoro, menegaskan Indonesia tidak boleh terlambat mempersiapkan diri menghadapi perkembangan teknologi komputasi kuantum yang mulai menjadi arena persaingan global. Jika tidak berbenah diri dan hanya membangun secara sporadis, maka akan semakin terbelakang dan primitif.

"Teknologi komputasi kuantum berpotensi mengubah berbagai sektor strategis, mulai dari kesehatan, industri, logistik, hingga keamanan siber, sehingga negara yang lebih cepat menguasainya akan memiliki keunggulan ekonomi dan teknologi pada masa depan," kata Anggoro pada Kamis 25/6.

Ia menjelaskan komputer kuantum mampu menyelesaikan persoalan tertentu jauh lebih cepat dibanding komputer konvensional. Kemampuan tersebut dapat mempercepat penemuan obat baru, merancang material yang lebih canggih, mengoptimalkan jaringan logistik, meningkatkan kemampuan kecerdasan buatan, hingga memperkuat sistem pertahanan.

Di sisi lain, teknologi itu juga berpotensi mengubah standar keamanan digital karena dapat memecahkan metode enkripsi yang saat ini digunakan pada sistem perbankan, pemerintahan, dan transaksi elektronik.

Menurut Anggoro, perlombaan teknologi kuantum saat ini dipimpin oleh Amerika Serikat dan Tiongkok. AS mengembangkan ekosistem melalui perusahaan seperti IBM, Google, dan Microsoft, sementara Tiongkok menggelontorkan investasi besar untuk riset, membangun jaringan komunikasi kuantum, dan menyiapkan talenta sejak dini.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump awal pekan ini telah menandatangani dua perintah eksekutif yang bertujuan mempercepat pengembangan komputasi kuantum. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah AS menginstruksikan berbagai lembaga negara bekerja sama dengan sektor swasta untuk mengembangkan komputer kuantum yang dapat digunakan dalam penelitian ilmiah paling lambat 2028.

Sejumlah perusahaan teknologi besar AS, termasuk IBM, Microsoft, dan Google, menargetkan pengembangan komputer kuantum komersial skala besar pertama dapat terwujud pada 2029.

Anggoro berharap Indonesia segera mengambil langkah konkret agar tidak hanya menjadi penonton dalam revolusi kuantum global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Dirut Telkom Dikabarkan Penuhi Panggilan SEC dalam Bayang-Bayang Dugaan Fraud Rp5 Triliun

Dirut Telkom Dikabarkan Penuhi Panggilan SEC dalam Bayang-Bayang Dugaan Fraud Rp5 Triliun

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.