Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Maket Gunung Samalas dan Tambora di Museum NTB Simpan Kisah Letusan Dahsyat Dunia.

📅 Kamis, 25 Jun 2026, 12:15 WIB | Oleh:

20260625121628_1001351700.jpg

Artefak sandal berbahan pelepah enau sebagai perlengkapan transportasi masyarakat Lombok tersimpan di ruang pameran Museum NTB, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (25/6/2

Pada 2 Desember 2025, lokakarya perawatan keris yang digelar Museum NTB bersama Museum and Art Gallery of the Northern Territory (MAGNT), Art Gallery South Australia (AGSA), dan Australian Museum menjadi bukti konkret tentang diplomasi lunak tersebut.

Lokakarya sederhana yang berlangsung secara daring itu menjadi gerbang pertukaran pengetahuan, riset, dan peningkatan kualitas pengelolaan artefak keris antara Indonesia dengan Australia.

Nusa Tenggara Barat saat ini memiliki 14 museum yang terdiri atas satu museum provinsi di Kota Mataram, empat museum daerah di Pulau Sumbawa, dan sembilan museum desa yang tersebar di beberapa kabupaten di Pulau Lombok.

Koleksi tombak, keris, perkakas rumah tangga, naskah kuno, maupun kain tenun merupakan media yang mengangkut babad tentang nilai, teknologi, tradisi, dan bagaimana sebuah peradaban berkembang dari waktu ke waktu.

Ketika pengunjung melihat dan mempelajari ragam koleksi artefak museum, mereka sebetulnya sedang membangun penafsiran budaya yang berbeda tanpa harus melalui meja perundingan resmi yang dikeliling pengawalan tim protokol dan lampu denyar.

Di ruang-ruang urban, museum menjadikan sejarah sebagai bahasa universal untuk membangun hubungan komunikasi yang efektif hingga mampu melampaui sempadan suku dan negara.


Etalase peradaban

Jika kita ingin mengenal perjalanan suatu bangsa secara lebih mendalam, maka datanglah ke museum. Kalimat itu terdengar relevan mengingat ada banyak negara maju memposisikan museum sebagai magnet pariwisata sekaligus simbol kebangsaan nasional.

Arab Saudi, misalnya, negara yang dikenal luas sebagai pusat spiritual bagi penganut agama Islam kini mulai menempatkan pariwisata sebagai jualan utama mereka.

Masjid Nabawi, masjid terpenting kedua dalam sejarah peradaban Islam, yang terletak di Kota Madinah justru dikepung oleh museum, di antaranya Museum Al Quran, Museum Biografi Nabi Muhammad, Museum As-Syafiah, hingga Museum Dar Al Madinah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.