Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Maket Gunung Samalas dan Tambora di Museum NTB Simpan Kisah Letusan Dahsyat Dunia.

📅 Kamis, 25 Jun 2026, 12:15 WIB | Oleh:
Maket Gunung Samalas dan Tambora di Museum NTB Simpan Kisah Letusan Dahsyat Dunia. Doc: Antara Foto
Ket. Wisatawan melihat maket Gunung Samalas di ruang pameran Museum NTB, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Maket Gunung Samalas dan Gunung Tambora dengan tinggi sekitar 90 cm serta dikelilingi lampu dekorasi berwarna kuning bukan sekadar benda penghias ruang pameran yang remang dan dingin di Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB).

Setiap pengujung yang masuk ke ruangan itu seolah diajak teleportasi ke masa lalu untuk mempelajari dan memahami bagaimana awal mula terbentuknya sebuah peradaban baru. Dari tanah kosong tak berpenghuni yang rusak akibat amukan erupsi menjadi kawasan yang dipadati pemukiman lengkap dengan aktivitas agama, budaya, sosial, ekonomi, hingga berbagai dinamika politik.

Buku berjudul Gunung dan Segara: Jejak Samalas dan Tambora dalam Peradaban yang dikeluarkan oleh Museum NTB menjelaskan erupsi bukan sekadar peristiwa geologi, melainkan momen transformasi yang mengubah alam, membuat manusia beradaptasi, dan budaya menemukan bentuk baru.

Letusan Gunung Samalas pada 1257 dan Gunung Tambora pada 1815 —yang mempengaruhi iklim global— telah menorehkan jejak mendalam bagi sejarah dan kebudayaan umat manusia di seluruh dunia.

Para turis asing, terutama dari Eropa, yang berkunjung ke Museum NTB acapkali melontarkan segudang pertanyaan tentang bagaimana dua gunung berapi itu menimbulkan dampak maha dahsyat bagi Planet Bumi yang mengguncang arah sejarah, mengubah cara hidup, dan membentuk ingatan kolektif.

Dari Samalas dan Tambora yang hanya terpaut jarak sekitar 150 kilometer, Nusa Tenggara Barat sebetulnya punya ikatan kuat dengan seluruh negara di dunia.

Berbagai bukti geologis dan arkeologis tentang letusan dua gunung berapi itu dapat ditemukan lewat catatan naskah kuno hingga jurnal-jurnal ilmiah. Ini adalah modal yang sangat berharga untuk membangun daerah dengan menonjolkan aspek narasi sejarah dan budaya.


Bukan gudang benda tua

Fungsi museum saat ini bukan lagi sebagai bangunan sunyi berdebu untuk menyimpan artefak kuno. Museum merupakan ruang diplomasi lunak atau soft diplomacy yang menjembatani budaya, memperkuat identitas, dan membangun pemahaman antarmasyarakat maupun antarbangsa.

Di era modern, museum menjelma menjadi ruang hidup yang menghubungkan cerita masa lalu, pengalaman masa sekarang, dan teropong untuk menatap masa depan.

Para pengunjung yang datang ke ruang pameran tidak hanya melihat pajangan artefak yang disusun rapih di dalam vitrin kaca yang dilapisi cat kayu gelap, tetapi juga memahami kisah dan filosofi dari setiap perjalanan yang membentuk karakter masyarakat.

Museum memiliki peran strategis untuk mendukung ekonomi kreatif, menghadirkan pariwisata berkualitas, dan memperkuat jejaring internasional hingga mendorong kolaborasi akademik.

Kehadiran museum hidup yang dekat dengan masyarakat melalui program Kotaku Museumku dan Kampungku Museumku menjadi upaya cemerlang menjadikan museum sebagai panggung diplomasi lunak guna memperkenalkan jati diri penduduk Nusa Tenggara Barat kepada masyarakat dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

34 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Ekonomi
BNI Perkuat Komitmen Lestar...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.