Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Industri Modifikasi Otomotif Jadi Ladang Ekraf Baru, Menekraf Dorong Jadi Nilai Tambah Ekonomi Nasional

📅 Kamis, 20 Agu 2026, 05:38 WIB | Oleh:
Industri Modifikasi Otomotif Jadi Ladang Ekraf Baru, Menekraf Dorong Jadi Nilai Tambah Ekonomi Nasional Doc: ANTARA/Chairul Rohman
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya pada saat acara pelepasan mobil modifikasi anak bangsa ke SEMA Show 2026 di, Gedung Joang 45, Jakarta, Rabu (19/8).

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan industri modifikasi Indonesia tengah memasuki babak baru setelah pemerintah memasukkan subsektor tersebut ke dalam ekosistem ekonomi kreatif nasional.

“Bagi Kemenekraf, pengakuan modifikasi otomotif sebagai bagian dari ekonomi kreatif lahir dari perkembangan nyata di lapangan. Jadi bukan hanya sekedar omon-omon, tapi memang faktanya di lapangan sudah tumbuh,” kata Teuku Riefky Harsya di Jakarta, Rabu (19/8).

Dia melanjutkan bahwa pengakuan tersebut merupakan hasil kajian yang sudah dilakukan oleh pemerintah terhadap perkembangan industri modifikasi yang memberikan nyata cukup positif di berbagai daerah.

Pengakuan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026-2045 yang ditetapkan pada 2 Juli 2026.

Regulasi tersebut memperluas cakupan ekonomi kreatif dari 17 menjadi 21 subsektor, dengan modifikasi otomotif menjadi salah satu subsektor baru.

Menurut Teuku, industri ini tidak hanya mencakup builder, tetapi juga desainer, teknisi, produsen komponen aftermarket, pelaku lampu dan cat, merek lokal, komunitas hingga konten kreator.

Karena itu, pemerintah melihat pengembangan modifikasi otomotif harus dilakukan melalui ekosistem yang melibatkan banyak pihak.

Penguatan talenta, inovasi, kekayaan intelektual, pembiayaan hingga akses pasar menjadi sejumlah pekerjaan yang perlu dilakukan.

“Ini (Perpres Nomor 37 Tahun 2026) hadiah dari pemerintah untuk teman-teman yang menggeluti modifikasi otomotif,” ujar dia.

Ke depan, kontribusi subsektor ini akan diarahkan agar dapat memberikan dampak lebih luas terhadap investasi, ekspor, penciptaan lapangan kerja dan produk domestik bruto.

Teuku menegaskan, pemerintah tentunya tidak dapat berjalan secara mandiri. Kolaborasi dengan asosiasi, dunia usaha, akademisi, komunitas, media hingga lembaga keuangan menjadi sanga diperlukan agar potensi industri modifikasi Indonesia dapat berkembang secara berkelanjutan.

Sebelumnya, National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) secara resmi melepas mobil modifikasi hasil anak bangsa melalui BMW Passato menuju ke ajang SEMA Show 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat (AS) pada 3-6 Novembber 2026. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Masih di Puncak, Madrid Naik ke Posisi Kedua

Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Masih di Puncak, Madrid Naik ke Posisi Kedua

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.