Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Sekadar Dibina, WBP Lapas Narkotika Samarinda Didorong Jadi Petani Mandiri

25 Kamis, 20 Agu 2026, 06:42 WIB | Oleh:
Bukan Sekadar Dibina, WBP Lapas Narkotika Samarinda Didorong Jadi Petani Mandiri Bukan Sekadar Dibina, WBP Lapas Narkotika Samarinda Didorong Jadi Petani Mandiri Doc: Antara foto/HO-Lapas Narkotika Samarinda
Ket. Seorang warga binaan pemasyarakat (WBP) (kiri) bersama para petugas Lapas Narkotika Samarinda memanen sayuran kacang panjang.

SAMARINDA - Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Samarinda, Kalimantan Timur, menyemai kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui program pelatihan agribisnis.

"Program pembinaan agribisnis ini menjadi upaya kami untuk membekali mereka dengan keterampilan kerja secara nyata," ujar Kepala Lapas Narkotika Samarinda Puang Dirham di Samarinda, Rabu.

Dia menyampaikan pemberdayaan bidang pertanian serta perikanan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan sisa lahan produktif pada area luar maupun dalam fasilitas lapas tersebut.

Dia menjelaskan para tahanan diajarkan beragam teknik budidaya modern seperti penanaman hortikultura menggunakan media tanam hemat ruang hingga tata cara pembesaran bibit ikan.

"Keberhasilan suatu program tidak hanya diukur dari jumlah panen, melainkan dari peningkatan kemampuan seluruh warga dalam mengembangkan kapasitas diri," ujarnya.

Menurut dia, bukti keberhasilan program pelatihan ini tampak jelas saat para WBP memanen puluhan kilogram sayuran segar terong dan sawi.

Selain komoditas sayuran hijau tersebut, lahan asimilasi berukuran terbatas itu juga mampu memproduksi panen cabai serta kacang panjang berkualitas baik.

"Melalui pengelolaan lahan produktif yang amat terbatas inilah akhirnya dapat ditumbuhkan benih keterampilan kemandirian untuk masa depan mereka kelak," paparnya.

Tidak cuma berfokus pada perkebunan sayur, pihak Lapas Narkotika Samarinda kini gencar mengembangkan kegiatan peternakan dan perikanan air tawar lewat penyebaran seribu benih ikan nila.

Dia mengatakan seluruh hasil panen melimpah dari kegiatan agribisnis tersebut langsung dimanfaatkan secara penuh guna memenuhi setiap kebutuhan konsumsi harian dapur lapas.

"Kegiatan budidaya terpadu ini secara otomatis juga mendukung kelancaran program ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan dari area dalam penjara," jelasnya.

Menurut dia, proses kerja mulai dari kegiatan penyemaian bibit unggul hingga tahapan pemeliharaan harian terbukti mampu mendidik nilai kedisiplinan individu.

Puang mengatakan sinergi yang bersama jajaran instruktur membuat sebuah keterbatasan ruang kurungan sama sekali tidak menjadi hambatan untuk mencetak karya.

"Kami amat berharap ilmu keterampilan bertani ini kelak benar-benar menjadi bekal hidup saat mereka kembali berbaur di tengah masyarakat," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Badai Austen Picu Blackout ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.