Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jati Diri dan Ragam Wajah Betawi di Ambang Usia 500 Tahun Ibu Kota

📅 Rabu, 24 Jun 2026, 17:32 WIB | Oleh:

Istilah tersebut berkembang seiring perubahan sosial dan pembangunan Jakarta terutama saat Orde Baru. Tepatnya ketika masyarakat Betawi mulai bergeser ke wilayah pinggiran akibat perkembangan kota yang semakin pesat.

Betawi tengah identik dengan kawasan-kawasan lama Jakarta seperti Tanah Abang, Kampung Melayu, Jatinegara, hingga Menteng. Wilayah ini memiliki pengaruh budaya Melayu yang cukup kuat, terutama dalam bahasa, tradisi keagamaan, hingga busana.

Dialek yang digunakan masyarakat Betawi tengah dikenal lebih dekat dengan bahasa Melayu seperti "ente". Selain itu, kawasan seperti Tanah Abang pada masa lalu juga dikenal sebagai pusat pendidikan agama dan aktivitas pesantren.

Sementara, Budayawan Betawi Yahya Andi Saputra mengatakan Betawi tengah kerap menjadi representasi budaya Betawi yang paling dikenal masyarakat luas karena berkembang di kawasan pusat kota yang sejak lama menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, dan pembangunan Jakarta.

Menurut dia, eksistensi Betawi tengah semakin kuat seiring munculnya berbagai seni populer beserta para senimannya yang dikenal publik.

Kondisi tersebut didukung pembangunan infrastruktur, seperti gedung pemerintahan, kawasan komersial, jaringan jalan, hingga moda transportasi yang membuat budaya Betawi tengah lebih mudah terekspos dan diakses masyarakat.

"Dari Betawi tengah bermunculan seni populer dengan senimannya yang mencorong, diikuti pembangunan infrastruktur seperti lembaga pemerintah, bangunan komersial, jalan dan moda transportasi, lalu diperkuat dengan gaya hidup populis," kata Yahya.

Ia menilai faktor-faktor tersebut membuat Betawi tengah lebih sering muncul dalam ruang publik dibandingkan wilayah budaya Betawi lainnya, sehingga lebih melekat dalam pemahaman masyarakat tentang identitas budaya Betawi secara umum.

Betawi pinggir

Berbeda dengan Betawi tengah, menurut Eki Pitung, Betawi pinggir berkembang di wilayah-wilayah yang kini berada di sekitar Jakarta seperti Tangerang, Ciledug, Depok, dan Bekasi.

Karena berinteraksi dengan masyarakat sekitar, dialek Betawi pinggir mendapat pengaruh cukup kuat dari bahasa Sunda. Tidak sedikit masyarakat yang mengenal istilah Betawi "ora" atau dialek yang kerap diasosiasikan dengan tokoh komedian Mandra.

Pengaruh tersebut tidak hanya terlihat dari bahasa, tetapi juga dari busana dan tradisi sehari-hari. Jika Betawi tengah identik dengan baju koko dan cukin, masyarakat Betawi pinggir lebih akrab dengan pakaian pangsi dan budaya jawara yang berkembang di wilayah penyangga Jakarta.

Sementara itu, Betawi pesisir berkembang di kawasan pantai utara Jakarta seperti Marunda dan wilayah pesisir lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Modena Tawarkan Diskon hingga 77 Persen di PRJ

28 menit yang lalu | Haryo Brono

Rona
Modena Tawarkan Diskon hing...
Nasional
DPR RI Ingatkan Pariwisata ...
Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.