Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pariwisata Bali Lesu, Konstruksi Ikut Tertahan, Kok Bisa?

📅 Jumat, 24 Apr 2026, 21:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pariwisata Bali Lesu, Konstruksi Ikut Tertahan, Kok Bisa? Doc: ANTARA/ Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Ket. Ilustrasi - Sejumlah konsumen mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di Denpasar, Bali, Jumat (24/4/2026)

DENPASAR – Lesunya pariwisata Bali mencerminkan tingginya sensitivitas sektor ini terhadap dinamika eksternal dan perubahan pola perjalanan wisatawan.

Pelemahan daya beli global, fluktuasi nilai tukar, serta pergeseran preferensi ke destinasi alternatif yang lebih murah atau baru turut menekan tingkat kunjungan dan lama tinggal.

Di sisi lain, faktor internal seperti kenaikan biaya layanan, kepadatan di titik-titik tertentu, dan isu keberlanjutan juga memengaruhi persepsi wisatawan.

Kondisi ini menuntut strategi adaptif, mulai dari diversifikasi pasar, penguatan kualitas layanan, hingga pengembangan destinasi yang lebih berkelanjutan agar daya tarik Bali tetap terjaga di tengah persaingan regional.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali menyebut kinerja usaha pariwisata dan konstruksi di Pulau Dewata pada triwulan I-2026 melambat karena masuk musim sepi kunjungan dan ditambah dampak krisis Timur Tengah.

Kepala Perwakilan BI Bali Erwin Soeriadimadja di Denpasar, Jumat (24/4), menjelaskan lapangan usaha pariwisata yakni penyedia akomodasi, makanan dan minuman serta konstruksi masing-masing turun.

Berdasarkan hasil survei yang disasar kepada pelaku usaha di Pulau Dewata, kinerja usaha pariwisata yang merupakan indikator utama geliat ekonomi di Bali terkontraksi minus 8,32 persen pada triwulan I-2026, dibandingkan triwulan IV-2025 mencapai minus 0,67 persen.

Sedangkan kinerja sektor konstruksi juga melemah menjadi minus 1,78 persen dari sebelumnya tumbuh positif pada triwulan IV-2025 sebesar 8,88 persen.

Ia menjelaskan nilai saldo bersih tertimbang (SBT) kegiatan dunia usaha di Bali pada triwulan I-2026 sebesar 17,91 persen, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat 35,46 persen.

Erwin menjelaskan saldo bersih tertimbang adalah metode dengan menghitung selisih antara persentase jumlah responden yang memberikan jawaban meningkat dengan persentase jumlah respon yang memberikan jawaban menurun, dan dengan memperhitungkan bobot masing-masing lapangan usaha.

Bank sentral itu menilai faktor musiman jumlah kunjungan wisatawan yang melandai setelah periode libur akhir tahun atau musim sepi kunjungan (low season) memberikan dampak pada sektor pariwisata, perdagangan, dan usaha pendukung lainnya.

Berdasarkan data kunjungan wisatawan dari pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai, terdapat penurunan kedatangan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegarapada triwulan I-2026 sebesar 10,85 persen.

Jumlah kedatangan wisatawan pada triwulan I-2026 sebanyak 2,62 juta orang, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya mencapai 2,94 juta orang.

“Kondisi tersebut memberikan efek perlambatan daya beli masyarakat,” kata Erwin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.