Penyandang Disabilitas Turut Bersaing di Job Fair Jakarta Barat: Kami Tak Mencari Belas Kasihan
📅 Rabu, 24 Jun 2026, 18:25 WIB | Oleh: SriyonoJAKARTA - Warga penyandang disabilitas turut hadir sebagai pencari kerja di antara ribuan peserta lainnya dalam bursa kerja atau Job Fair Gelombang 1-2026 di GOR Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (24/6).
Salah satu warga, Daddy (53), asal Sawangan, Depok yang menggunakan kursi roda akibat kelumpuhan tulang belakang (spondylitis) dan skoliosis sejak usia 10 tahun, mengikuti bursa kerja tersebut.
"Keadaan fisik boleh berbeda, tapi saya memegang prinsip bekerja untuk hidup. Kami tidak mencari belas kasihan, melainkan ingin membuktikan kemampuan diri," kata Daddy yang saat ini masih aktif sebagai tenaga lepas bagian administrasi layanan Emergency Call 110 Polri itu.
Daddy bahkan mengungkapkan dirinya menembus kemacetan Jakarta menggunakan transportasi umum demi mencari pekerjaan untuk menafkahi keluarganya.
Dengan rekam jejak selama 20 tahun di bidang komunikasi dan back office perusahaan minyak, Daddy menyoroti minimnya variasi formasi bagi kelompok difabel.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari lima perusahaan yang ia lamar, posisi yang ditawarkan cenderung monoton di sektor administrasi, operator, dan frontdesk.
Ia juga menggarisbawahi ketatnya persaingan karena banyak difabel muda yang memiliki kompetensi tinggi dan berpendidikan formal umum.
Daddy meminta pemerintah dan korporasi tidak sekadar menjadikan kuota difabel sebagai pemenuhan formalitas semata.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Semoga bukan sekadar memberikan kesempatan untuk melamar, tapi ada tindak lanjutnya (follow up). Urusan diterima atau tidak itu belakangan, yang penting ada kejelasan dan perhatian terhadap upaya kami," tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Panitia Jakarta Barat Job Fair 2026 dari Suku Dinas Tenaga Kerja Jakarta Barat, Septian Thahir, menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi pencari kerja inklusif.
"Bursa kerja ini sangat terbuka untuk difabel. Sejumlah perusahaan besar seperti Alfamart dan Teleperformance sudah membuka pintu bagi mereka," kata Septian.
Pihak penyelenggara juga menyediakan fasilitas penunjang seperti Juru Bahasa Isyarat (JBI) dari Dinas Pendidikan untuk membantu pelamar tunarungu selama proses interaksi.
Adapun untuk menjamin transparansi dan mematahkan anggapan bahwa bursa kerja hanya formalitas, Sudin Nakertransgi mewajibkan perusahaan mitra menyerahkan laporan hasil seleksi paling lambat satu bulan setelah acara.
Lowongan bagi difabel ini juga akan diintegrasikan pada sesi walk-in interview lanjutan di empat kantor kecamatan pada Kamis (25/6).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!